Perkuat Pengelolaan Asrama, KKMA Kota Bandung Kunjungi MAN 1 Yogyakarta

Yogyakarta (MAN 1 Yogyakarta) – Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Kota Bandung melaksanakan kegiatan studi tiru Implementasi Program Asrama ke MAN 1 Yogyakarta, Sabtu (24/01/2026). Hal tersebut didasari bahwa pengelolaan asrama yang baik menjadi salah satu faktor kunci dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta kualitas akademik peserta didik di madrasah. Asrama tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang pembinaan nilai-nilai keislaman, kemandirian, dan kepemimpinan.
Rombongan dipimpin oleh Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kementerian Agama Kota Bandung, Dr. H. Ayi Zainal Muttaqin, M.Ag, bersama Ketua KKM Madrasah Kota Bandung, Dr. H. Awwaludin Hamzah. Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung manajemen pengelolaan pesantren/asrama, ragam kegiatan santri, serta implementasi MAN-PK Yogyakarta sebagai bagian dari penguatan mutu pendidikan madrasah.
Rombongan sejumlah 48 tiba di MAN 1 Yogyakarta dengan menggunakan satu unit bus dan langsung diarahkan menuju aula lantai dua. Para peserta disambut hangat oleh Kanit Kepesantrenan Latifah Rahmawati, S. Ag., M. Pd., beserta para pembina Pondok Pesantren Al-Hakim. Suasana keakraban dan keterbukaan sangat terasa sejak awal kegiatan berlangsung.
Dalam sesi pemaparan, Kanit Kepesantrenan Latifah Rahmawati, S.Ag., M.Pd. menjelaskan secara komprehensif konsep keasramaan, sistem pembinaan santri, pola kerja sama, serta pengelolaan pesantren yang terintegrasi dengan program madrasah. Latifah menjelaskan bahwa program keasramaan MAN 1 Yogyakarta dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal santri, tetapi juga sebagai sistem pembinaan karakter yang terintegrasi dengan kurikulum madrasah. “Karena itu, pengelolaan pesantren dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan agar pembinaan akademik, keagamaan, dan karakter berjalan seimbang,” jelas Latifah. Paparan tersebut disambut antusias oleh para peserta, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif serta dokumentasi bersama.

Ketua KKM Madrasah Kota Bandung, Dr. H. Awwaludin Hamzah, menyampaikan apresiasinya terhadap model pengelolaan pesantren di MAN 1 Yogyakarta. Awwaludin sangat mengapresiasi inovasi MAN 1 Yogyakarta yang membangun dan mengelola pesantren melalui kerja sama dengan pemilik rumah kos di sekitar madrasah. “Model ini bisa menjadi inspirasi bagi madrasah lain dalam mengembangkan program asrama yang adaptif dan berkelanjutan,” ujar Awwaludin.
Senada dengan hal tersebut, Kasi Penmad Kota Bandung, Dr. H. Ayi Zainal Muttaqin, M.Ag, menegaskan bahwa studi tiru ini diharapkan menjadi referensi strategis bagi madrasah di Kota Bandung. “Pengalaman langsung seperti ini sangat penting agar pengembangan program asrama di madrasah dapat dikelola secara profesional, kontekstual, dan sesuai kebutuhan peserta didik,” tutur Ayi.
Kegiatan studi tiru ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata dan inspiratif bagi KKMA Kota Bandung dalam merancang serta mengimplementasikan program asrama atau pesantren madrasah yang berkualitas dan berdaya saing di masa mendatang. (luf)

