Berita

Peringati Hari Anak Nasional, Penyuluh KUA Mantrijeron Motivasi Peserta Madrasah Al-Qur’an Raih Cita-cita

Yogyakarta (KUA Mantrijeron) — Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, Penyuluh Agama Islam KUA Mantrijeron, Fatkur Rohman, M.Pd.I., memberikan motivasi kepada peserta Madrasah Al-Qur’an di SD Negeri 1 Suryodiningratan, Kamis (23/7/2026).

Usai liburan kenaikan kelas, kegiatan pembelajaran Al-Qur’an kembali berlangsung dengan penuh semangat. Pada sesi penutup, Fatkur Rohman menyampaikan motivasi kepada anak-anak sambil memegang bola dunia sebagai ilustrasi bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk meraih cita-cita setinggi mungkin dan menjadi bagian dari generasi yang membawa perubahan bagi dunia.

“Jangan pernah berhenti belajar. Belajarlah hingga akhir hayat karena ilmu dapat mengubah nasib menjadi lebih baik. Kalian adalah harapan masa depan Indonesia, bahkan harapan dunia yang kelak akan menjadi pemimpin-pemimpin yang membawa manfaat bagi umat dan bangsa,” tutur Fatkur Rohman.

Kepala KUA Mantrijeron, Setyo Purwadi, S.Ag., menyampaikan dukungannya atas kembalinya Penyuluh Agama Islam KUA Mantrijeron mendampingi kelompok sasaran Madrasah Al-Qur’an di SD Negeri 1 Suryodiningratan. Menurutnya, kehadiran penyuluh merupakan bentuk sinergi Kementerian Agama dalam membantu guru Pendidikan Agama Islam mempercepat pembelajaran Al-Qur’an sekaligus memperkuat pembinaan karakter keagamaan peserta didik sejak dini.

“Selamat memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026. Semoga anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, mencintai Al-Qur’an, serta mampu mewujudkan masa depan bangsa yang lebih baik,” ungkap Setyo Purwadi.

Salah seorang peserta didik kelas V, Prada Purnama, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. “Saya sangat senang belajar Al-Qur’an agar kami bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar,” ujarnya.

Melalui momentum Hari Anak Nasional, KUA Mantrijeron berharap kolaborasi antara penyuluh agama, guru, orang tua, dan masyarakat terus diperkuat agar anak-anak memperoleh pendidikan agama yang berkualitas, tumbuh menjadi generasi Qurani, serta siap menjadi pemimpin masa depan Indonesia.(FR)