Berita

Perdalam Cinta Rasul, Kemantren Umbulharjo Gelar Pengajian Forkompimtren

Yogyakarta (KUA Umbulharjo) — Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kemantren Umbulharjo menggelar Pengajian Forkompimtren dengan mengusung tema “Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Memperdalam Rasa Cinta dan Meneladani Sifatnya dalam Kehidupan Bernegara.”

Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2026, pukul 07.30–09.00 WIB, bertempat di Pendopo Kemantren Umbulharjo. Pengajian menghadirkan Ustaz HM. Sutarjo, MA sebagai pemateri dan diselenggarakan oleh Kemantren Umbulharjo bersama unsur Forkompimtren.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menggali keteladanan beliau dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Akhlak Rasulullah SAW yang menjunjung tinggi kejujuran, amanah, kasih sayang, keadilan, persaudaraan, serta sikap menghargai sesama menjadi nilai penting yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan pemerintahan maupun masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi tidak sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi sarana nguri-uri keteladanan Rasulullah agar nilai-nilai kenabian benar-benar hadir dalam perilaku sehari-hari.

Dalam filosofi Jawa, keteladanan tersebut sejalan dengan prinsip “memayu hayuning bawana”, yakni menjaga keharmonisan dan kebaikan kehidupan. Kecintaan kepada Rasulullah diwujudkan bukan hanya melalui ungkapan lisan, tetapi melalui akhlak, pelayanan yang baik, kepedulian sosial, serta semangat guyub rukun dalam membangun masyarakat.

Pengajian Forkompimtren diharapkan semakin mempererat sinergi antara unsur pemerintahan, tokoh agama, dan masyarakat di wilayah Umbulharjo. Semangat keteladanan Rasulullah SAW diharapkan menjadi energi untuk membangun pelayanan publik yang humanis, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

“Mencintai Rasulullah berarti berusaha menghadirkan akhlaknya dalam kehidupan. Dari keteladanan itu tumbuh kerukunan, dari kerukunan lahir kebersamaan, dan dari kebersamaan terwujud masyarakat yang aman, damai, serta bermartabat.”
(Khaer)

Leave a Reply