Penyuluh KUA Wirobrajan Kawal Kafilah Yogyakarta di MTQ Nasional XXXI

Yogyakarta (KUA Wirobrajan) — Perjuangan para kafilah Kota Yogyakarta di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026 mendapat dukungan dan pendampingan langsung dari jajaran Kementerian Agama Kota Yogyakarta.
Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Eko Agus Wibowo, mendapat tugas menghadiri pembukaan sekaligus memantau perjuangan Kafilah Kota Yogyakarta pada MTQ Nasional XXXI yang berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu–Senin (12–14 September 2026).
Eko hadir bersama Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Yogyakarta, H. M. Tahrir, S.E., M.M., beserta tim. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memberikan dukungan dan memastikan kafilah Kota Yogyakarta mendapatkan pendampingan selama mengikuti perhelatan akbar Al-Qur’an tingkat nasional tersebut.
Pembukaan MTQ Nasional XXXI berlangsung meriah sekaligus penuh khidmat. Momentum tersebut dihadiri Menteri Agama Republik Indonesia bersama para gubernur dari seluruh Indonesia serta sejumlah pejabat dan tamu undangan.
Secara simbolis, pembukaan MTQ Nasional XXXI ditandai dengan pemukulan bedug oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Pratikno.
Bagi para kafilah, kehadiran pendamping dari daerah menjadi suntikan semangat tersendiri. Di tengah ketatnya persaingan dan besarnya panggung MTQ tingkat nasional, dukungan moral menjadi bagian penting agar para peserta dapat tampil optimal dan membawa nama baik Kota Yogyakarta.
Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Yogyakarta bersama tim juga melakukan pemantauan terhadap kafilah yang berlaga di berbagai cabang. Pendampingan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian Kemenag terhadap proses pembinaan dan prestasi generasi Qur’ani di Kota Yogyakarta.
Kehadiran Eko Agus Wibowo sebagai Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan menunjukkan bahwa tugas penyuluh tidak berhenti pada pelayanan keagamaan di tingkat masyarakat. Penyuluh juga dapat mengambil peran dalam mendukung pembinaan, pendampingan, serta penguatan semangat generasi yang berprestasi di bidang Al-Qur’an.
Dari Semarang, semangat itu terus dibawa: membersamai kafilah, menguatkan perjuangan, dan bersama-sama mengharumkan nama Kota Yogyakarta di panggung MTQ Nasional.[ekoAW]



