Berita

Penyuluh KUA Pakualaman Sampaikan Mau’idzoh Hasanah tentang 4 Induk Kehidupan di Rutan Yogyakarta

YOGYAKARTA — KUA Pakualaman, M. Hayun, memberikan mau’idzoh hasanah dalam agenda pembinaan kerohanian bagi warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Yogyakarta pada Selasa (18/8/2026). Tausiyah tersebut mengangkat pesan moral mendalam dari kitab Nashaihul ‘Ibad karya Syekh Nawawi al-Bantani mengenai empat “induk” atau prinsip utama yang menjadi pondasi penting dalam menjalani kehidupan seorang muslim.

​Dalam pemaparannya, M. Hayun menjelaskan empat poin pokok tersebut secara terperinci, yaitu sedikit makan sebagai induk dari segala obat (ummu ad-dawā’) untuk kesehatan fisik, sedikit bicara sebagai induk adab (ummu al-ādāb) demi menjaga kehormatan diri, sedikit dosa sebagai induk ibadah (ummu al-‘ibādāt) agar amal terbebas dari maksiat, serta kesabaran sebagai induk dari segala cita-cita (ummu al-amānī). Beliau menekankan pentingnya mengendalikan hawa nafsu dan lisan sebagai bentuk pembenahan diri secara lahir maupun batin.

​Kegiatan bimbingan mental dan spiritual yang berlangsung khidmat ini disambut antusias oleh para warga binaan. Melalui mau’idzoh hasanah ini, M. Hayun berharap para peserta dapat merenungi nilai-nilai kesabaran serta mawas diri, sehingga dapat menjadikannya bekal berharga untuk mentransformasi diri menjadi pribadi yang lebih bertakwa dan siap berbaur kembali di tengah masyarakat kelak. (Hay)

Leave a Reply