Penyuluh KUA Ngampilan dan Mantrijeron Giatkan Program Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an di SDN Suryowijayan

Yogyakarta (KUA Ngampilan) – Penyuluh Agama Islam KUA Ngampilan, Janti Ristiani, S.Ag., bersama Penyuluh Agama Islam KUA Mantrijeron, Fatkur Rohman, S.Ag., melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan Program Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an (PBHA) bagi siswa SDN Suryowijayan, Kemantren Mantrijeron, pada Kamis (21/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an sekaligus menanamkan kecintaan terhadap kitab suci sejak usia dini. Program PBHA menjadi salah satu upaya nyata penyuluh agama dalam mendukung penguatan pendidikan keagamaan di lingkungan sekolah dasar.
Pelaksanaan kegiatan kali ini juga melibatkan empat mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di KUA Mantrijeron. Kehadiran mahasiswa PKL turut membantu proses pendampingan siswa dalam belajar membaca Al-Qur’an secara lebih intensif dan interaktif.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan bimbingan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid dasar serta motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an.
“Pemberantasan buta huruf Al-Qur’an adalah tanggung jawab bersama. Melalui program ini, kami ingin memastikan anak-anak memiliki bekal dasar membaca Al-Qur’an dengan benar sebelum mereka lulus SD,” ujar Fatkur Rohman di akhir kegiatan.
Kepala SDN Suryowijayan, Eka Nia Suraniasih, S.Pd., bersama guru Pendidikan Agama Islam (PAI), menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara sekolah dan penyuluh agama. Menurutnya, kehadiran penyuluh KUA sangat membantu dalam memperkuat program pembinaan keagamaan yang selama ini telah berjalan di sekolah.
Program PBHA merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh para Penyuluh Agama Islam KUA Ngampilan dan KUA Mantrijeron. Program ini secara bergantian diampu oleh Janti Ristiani, S.Ag., H. Karmin, S.Ag., M.S.I., Haura Salsabila, dan Fatkur Rohman, S.Ag., sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan literasi Al-Qur’an bagi siswa sekolah dasar di wilayah Kota Yogyakarta.
Melalui kegiatan yang berkelanjutan ini, diharapkan semakin banyak sekolah yang memperoleh pendampingan serupa sehingga target bebas buta huruf Al-Qur’an di kalangan anak-anak dapat tercapai secara optimal.(Janti)


