Berita

Penyuluh KUA Mergangsan melaksanakan Pembinaan di LAPAS Kelas IIA Yogyakarta

Yogyakarta (Humas Kemenag Kota Yogyakarta) –Warga binaan Lapas Kelas IIA Yogyakarta mengikuti kegiatan pembinaan keagamaan yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Mergangsan, Hari Purnomo, S.Pd., pada Kamis (16/10/2025).
Kegiatan ini diawali dengan shalat Dzuhur berjamaah, dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an, tadabur, tausiyah, dan doa bersama di Masjid Lapas.

Dalam kegiatan tersebut, Hari Purnomo menyampaikan materi dengan tema “Manfaat dan Keistimewaan Shalat Dzuhur Berjamaah di Masjid.”
Ia mengajak warga binaan untuk menjadikan shalat berjamaah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan menumbuhkan ketenangan batin.
“Shalat berjamaah bukan hanya kewajiban, tetapi kebutuhan hati. Semakin sering seseorang bersujud, semakin lembut hatinya dan semakin dekat dengan Tuhannya,” ujarnya.

Hari juga mengingatkan sabda Rasulullah ﷺ:
“Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Menurutnya, keutamaan ini menjadi motivasi bagi setiap muslim untuk menjaga shalat berjamaah, karena selain menambah pahala juga mempererat hubungan antar sesama dan menghadirkan rahmat Allah.

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa waktu Dzuhur merupakan saat yang tepat untuk menenangkan jiwa di tengah kesibukan dan kelelahan.
“Di waktu Dzuhur, Allah memanggil kita untuk berhenti sejenak, berwudhu, dan menyegarkan hati melalui shalat,” katanya.
Ia juga mengutip sabda Rasulullah ﷺ: “Wahai Bilal, dirikanlah shalat, istirahatkanlah kami dengan shalat.” (HR. Abu Dawud), sebagai pengingat bahwa shalat adalah tempat beristirahatnya hati dari beban hidup.

Selain itu, Hari menjelaskan bahwa shalat berjamaah menjadi sarana penghapus dosa. Rasulullah ﷺ bersabda,
“Antara dua shalat wajib, dosa-dosa di antaranya dihapus selama tidak melakukan dosa besar.” (HR. Muslim).
“Bisa jadi, setiap shalat Dzuhur berjamaah yang dilakukan di sini menjadi penghapus masa lalu dan awal lembaran baru kehidupan,” tambahnya.

Menutup tausiyahnya, ia menyampaikan pesan dari Imam Hasan al-Bashri رحمه الله:
“Wahai anak Adam, jangan lalai dalam shalat, karena shalat adalah tali penghubungmu dengan Tuhanmu.”
Ia menegaskan, menjaga shalat berjamaah adalah tanda cinta Allah kepada hamba-Nya. “Jika Allah masih memberi nikmat untuk datang ke masjid, itu tanda Allah masih sayang,” ujarnya.

Kegiatan pembinaan keagamaan di Lapas Kelas IIA Yogyakarta ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama Kota Yogyakarta melalui para penyuluh agama untuk memperkuat pembinaan spiritual dan moral warga binaan. Diharapkan, kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran beribadah dan semangat memperbaiki diri menuju kehidupan yang lebih baik.[HP]