Berita

Penyuluh KUA Mergangsan Laksanakan TADABUR di Masjid Al Fajar LAPAS Kelas IIA Yogyakarta

Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Mergangsan, Hari Purnomo, S.Pd., melaksanakan kegiatan TADABUR (Tausyiah dan Doa Ba’da Dhuhur) di Masjid Al Fajar LAPAS Kelas IIA Yogyakarta, Kamis (18/12/2025).

Kegiatan diawali dengan shalat Dhuhur berjamaah, dilanjutkan dengan shalat ghaib sebagai bentuk doa dan empati atas wafatnya ibu dari salah satu warga binaan. Suasana khusyuk semakin terasa ketika jamaah melanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an bersama, membaca surat-surat pendek seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, dan Ayat Kursi, kemudian ditutup dengan doa setelah membaca Al-Qur’an yang dilantunkan bersama.

Dalam tausyiahnya, Penyuluh menyampaikan nasihat Imam Al-Ghazali tentang pentingnya menyadari nikmat kehidupan. Disampaikan bahwa ketika seseorang merasa hidupnya paling berat dan penuh ujian, maka berziarah kubur atau membayangkan suasana kuburan dapat membuka kesadaran bahwa nikmat terbesar yang sangat diharapkan oleh orang-orang yang telah wafat adalah kesempatan hidup untuk beribadah dan beramal shalih, nikmat yang kini masih kita miliki.

Mengingat kematian, lanjutnya, dapat melembutkan dan membersihkan hati. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ هَذِهِ الْقُلُوبَ تَصْدَأُ كَمَا يَصْدَأُ الْحَدِيدُ، وَإِنَّ جِلَاءَهَا قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ وَذِكْرُ الْمَوْتِ

“Sesungguhnya hati-hati itu bisa berkarat sebagaimana besi berkarat, dan pembersihnya adalah membaca Al-Qur’an dan mengingat kematian.”
(HR. Al-Baihaqi)

Melalui kegiatan TADABUR ini, dua amalan tersebut dipraktikkan secara langsung, yaitu membaca Al-Qur’an dan mengingat kematian melalui shalat ghaib. Diharapkan kegiatan ini menumbuhkan kebiasaan warga binaan untuk menjaga kebersihan hati, memperbanyak syukur atas nikmat kehidupan, serta memanfaatkan kesempatan hidup untuk terus beribadah dan berbuat kebaikan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, khususnya untuk almarhumah ibu warga binaan yang telah wafat, semoga mendapatkan ampunan dan rahmat Allah. (HP)