Berita

Penyuluh KUA Mergangsan Laksanakan Program FASHOLATAN di Masjid An Nur Nyutran

Yogyakarta — Penyuluh Agama Islam KUA Mergangsan, Hari Purnomo, S.Pd., kembali melaksanakan program FASHOLATAN (Pembacaan Kitab Fasholatan) di Masjid An Nur Nyutran, Rabu (7/12/2026).

Kegiatan ini merupakan program rutin KUA Mergangsan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Takmir Masjid An Nur Nyutran.

Program FASHOLATAN dilaksanakan setiap hari Rabu setelah shalat Dhuhur berjamaah, dengan tujuan menguatkan pemahaman jamaah tentang makna shalat, tidak hanya dari sisi fiqih, tetapi juga dari sisi ruhani dan pembentukan akhlak.

Pada kesempatan tersebut, Penyuluh menyampaikan materi “Makna Shalat Menurut KH. Asnawi Kudus” yang bersumber dari kitab Fasholatan, karya ulama Nusantara KH. Asnawi Kudus.

Dalam penyampaiannya, Hari Purnomo menekankan bahwa shalat bukan sekadar rutinitas gerakan, melainkan ibadah yang menuntut kehadiran hati di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta ‘alaa.

“Menurut KH. Asnawi, hakikat shalat adalah hadirnya hati bersama Allah dalam seluruh rukun shalat. Jika tubuh bergerak tetapi hati melayang ke urusan dunia, maka ruh shalat belum benar-benar hidup,” jelasnya di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, Penyuluh juga menjelaskan makna takbiratul ihram sebagai momentum memutus hubungan dengan urusan dunia. Saat mengucapkan Allahu Akbar, seorang muslim diajak untuk menegaskan bahwa Allah harus menjadi yang paling besar di dalam hati, melebihi rasa takut, kekhawatiran, maupun ambisi duniawi.

Materi dilanjutkan dengan penjelasan tentang sujud sebagai puncak kerendahan diri seorang hamba. Sujud, menurut KH. Asnawi, adalah simbol kepasrahan total kepada Allah Subhanahu Wa Ta ‘alaa, yang seharusnya melahirkan sikap rendah hati dan kelembutan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak kalah penting, Penyuluh menegaskan bahwa shalat yang benar akan memberikan dampak nyata dalam akhlak.

“Jika shalat belum mampu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, maka yang perlu diperbaiki bukan jumlah shalatnya, tetapi kedalaman maknanya,” ungkapnya mengutip pesan KH. Asnawi.

Melalui program FASHOLATAN ini, KUA Mergangsan berharap jamaah semakin mampu menghadirkan shalat sebagai ibadah yang hidup, bermakna, dan berpengaruh positif dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan mendapat sambutan positif dari jamaah Masjid An Nur Nyutran.

Program ini diharapkan dapat terus istiqamah dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan moderasi beragama dan pembinaan keagamaan berbasis kearifan lokal ulama Nusantara. (HP)

Leave a Reply