Penyuluh KUA Mergangsan Dampingi Siswa SDN Kintelan II Belajar Al-Qur’an Lewat Program MDA

Yogyakarta (Kemenag) — Upaya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini terus dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Mergangsan. Pada Jumat (30/1/2026), Muchrimah, S.Ag. dan Hari Purnomo, S.Pd. melaksanakan kegiatan pembelajaran Al-Qur’an dalam program Madrasah Diniyah Al-Qur’an (MDA) di SDN Kintelan II, Keparakan.
Program ini menjadi salah satu ikhtiar strategis untuk memberantas buta huruf Al-Qur’an, meningkatkan kemampuan membaca siswa, serta memperkuat literasi Qur’ani di lingkungan sekolah dasar. Lebih dari itu, kegiatan MDA juga diarahkan untuk membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, religius, dan berkepribadian baik sesuai nilai-nilai Islam.
Dalam suasana yang hangat dan penuh pendampingan, para penyuluh menyimak bacaan Iqra’ siswa secara privat satu per satu. Pendekatan ini dilakukan agar setiap siswa memperoleh perhatian khusus dalam memperbaiki makhraj huruf, kelancaran, dan ketepatan bacaan.
Setelah sesi membaca, siswa diminta menuliskan huruf hijaiyah yang baru dipelajari sebagai bentuk penguatan ingatan dan pemahaman.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran klasikal, di mana siswa membaca bersama surat-surat pendek Juz 30.
Metode ini membantu menumbuhkan rasa percaya diri, kebersamaan, serta semangat dalam belajar Al-Qur’an.
Selain pembelajaran teknis, penyuluh juga menyampaikan nasihat dan penyuluhan nilai-nilai positif, mengajak siswa untuk semakin bertakwa, menjauhi perilaku negatif, serta membiasakan diri mencintai ibadah dan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ditutup dengan doa bersama serta pesan motivasi, khususnya kepada siswa putra agar melaksanakan sholat Jumat, dan ajakan kepada seluruh siswa untuk aktif mengikuti TPA di masjid sekitar rumah masing-masing.
Kegiatan ini mencerminkan sinergi nyata antara KUA dan sekolah dasar di Kota Yogyakarta dalam menghadirkan layanan pendidikan keagamaan yang menyentuh aspek akademik, spiritual, dan pembentukan karakter, demi melahirkan generasi Qur’ani yang unggul di masa depan.(HP)


