Berita

Penyuluh KUA Mantrijeron dan Mahasiswa KKN UPN Veteran Yogyakarta Tanamkan Akidah Melalui Kegiatan Mewarnai Kaligrafi

Yogyakarta (KUA Mantrijeron) — Penyuluh Agama Islam KUA Mantrijeron, Fatkur Rohman, M.Pd.I., berkolaborasi dengan mahasiswa KKN UPN Veteran Yogyakarta dan para guru TPA Al Ihsan Suryodiningratan menggelar kegiatan mewarnai bertema akidah di Serambi Masjid Al Ihsan Suryodiningratan, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang diikuti santri TPA Al Ihsan tersebut mengangkat tema “Mewarnai Kaligrafi” sebagai media pembelajaran kreatif untuk menanamkan nilai-nilai akidah sejak usia dini. Dengan suasana yang ceria, para santri diajak mengenal, mencintai, dan memuliakan ajaran Islam melalui aktivitas mewarnai kaligrafi yang edukatif.

Fatkur Rohman menyampaikan bahwa pendidikan akidah perlu disampaikan dengan metode yang menyenangkan agar mudah diterima oleh anak-anak.

“Menanamkan kecintaan kepada Allah dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dekat dengan dunia anak. Melalui kegiatan mewarnai kaligrafi, kami berharap nilai-nilai keimanan tumbuh sejak dini dengan cara yang menyenangkan dan membekas dalam kehidupan mereka,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara Penyuluh Agama, mahasiswa KKN, dan para guru TPA merupakan bentuk sinergi dalam memperkuat pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.

Sementara itu, mahasiswi KKN UPN Veteran Yogyakarta, Tyas Wijayanti, mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pembelajaran kreatif menjadi sarana yang efektif untuk mendekatkan anak-anak kepada nilai-nilai Islam.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi adik-adik TPA sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan nilai-nilai Islam sejak usia dini. Semoga kolaborasi antara perguruan tinggi, KUA, dan masyarakat terus berlanjut dalam menghadirkan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama KUA Mantrijeron terus berkomitmen menghadirkan inovasi pembinaan keagamaan yang ramah anak melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Diharapkan, ikhtiar bersama tersebut mampu melahirkan generasi Qurani yang memiliki akidah kokoh, berakhlak mulia, serta mencintai Allah dan ajaran-Nya sejak usia dini.(FR)