Berita

Penyuluh KUA Mantrijeron Bersinergi dengan Tokoh Masyarakat, Wujudkan Gerakan Keagamaan Berdampak

Yogyakarta (KUA Mantrijeron) — Penyuluh Agama Islam KUA Mantrijeron terus memperkuat sinergi dengan tokoh masyarakat dalam menggerakkan program keagamaan yang berdampak langsung bagi umat, Senin (4/5/2026). Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun kehidupan beragama di tengah dinamika sosial masyarakat.

Penyuluh agama tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai penggerak yang menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Bersama tokoh masyarakat Ahmad Zuhdi, berbagai kegiatan diinisiasi, mulai dari pengajian rutin, pembinaan majelis taklim, bimbingan keluarga sakinah, hingga pendampingan remaja berbasis nilai-nilai keagamaan.

Sinergi ini dinilai penting karena tokoh masyarakat memiliki kedekatan emosional dengan warga. Dengan demikian, pesan-pesan keagamaan yang disampaikan menjadi lebih mudah diterima serta diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu penyuluh agama KUA Mantrijeron, Fatkur, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan kunci keberhasilan dakwah yang berdampak nyata di tengah masyarakat.

“Gerakan keagamaan tidak cukup hanya bersifat seremonial, tetapi harus menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Dengan menggandeng tokoh masyarakat, program yang dijalankan menjadi lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui sinergi ini, diharapkan dapat terwujud masyarakat yang tidak hanya taat secara ritual, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sosial, seperti toleransi, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.(EDW)