Berita

Penyuluh KUA Mantrijeron Ajak Jamaah Perkuat Ketahanan Keluarga melalui Nilai-Nilai Al-Qur’an

Yogyakarta (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Mantrijeron, Fatkur Rohman, menyampaikan kultum ba’da Zuhur di Masjid Al Ihsan Suryodiningratan, Senin (6/7/2026). Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk memperkuat ketahanan keluarga dengan berpegang teguh pada ajaran Al-Qur’an serta meningkatkan kepedulian terhadap berbagai tantangan moral yang dihadapi masyarakat.

Mengawali kultumnya, Fatkur Rohman membacakan firman Allah Swt. dalam Surah Al-A’raf ayat 80–81 yang mengisahkan dakwah Nabi Luth a.s. kepada kaumnya. Ayat tersebut menjadi pengingat agar umat Islam senantiasa menjaga akhlak, kehormatan diri, dan membangun kehidupan keluarga sesuai dengan tuntunan agama.

Ia menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng utama dalam membentuk karakter dan moral generasi. Oleh karena itu, setiap orang tua memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini.

“Sebagai orang tua dan anggota masyarakat, mari kita menjaga keluarga dari berbagai perilaku yang bertentangan dengan ajaran Islam. Dakwah harus dilakukan dengan cara yang baik, penuh hikmah, dan mengajak kepada jalan yang benar tanpa mencaci atau merendahkan siapa pun,” ujarnya.

Fatkur juga menyampaikan bahwa pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2025–2029 mengelompokkan ancaman menjadi ancaman militer, nonmiliter, dan hibrida. Dalam lampiran kebijakan tersebut, penyebaran budaya LGBTQ dicantumkan sebagai salah satu ancaman nonmiliter pada bidang sosial budaya dalam perspektif kebijakan pertahanan negara.

Menurutnya, nilai-nilai agama memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan keluarga dan masyarakat agar mampu menghadapi berbagai tantangan moral dan sosial. Karena itu, ia mengajak umat Islam untuk terus memperkuat pendidikan agama di lingkungan keluarga serta mengedepankan dakwah yang santun, bijaksana, dan penuh kasih sayang.

Kegiatan kultum ba’da Zuhur ini merupakan bagian dari pembinaan keagamaan rutin yang dilaksanakan di Masjid Al Ihsan Suryodiningratan. Melalui kegiatan tersebut, KUA Mantrijeron terus berupaya menghadirkan pembinaan keagamaan yang mampu meningkatkan pemahaman Islam, memperkuat karakter masyarakat yang berakhlak mulia, menjaga persatuan, serta mendukung terwujudnya ketahanan keluarga dan ketahanan bangsa.(FR)