Berita

Penyuluh KUA Gondokusuman Berikan Bimbingan Baca Al-Qur’an di Lapas Wirogunan

YOGYAKARTA (KUA Gondokusuman)– Dalam upaya memberikan pembinaan mental dan spiritual bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), tim penyuluh agama dari Kantor Urusan Agama (KUA) Gondokusuman, Kusmanto, S.Ag, bersama Penyuluh Kota Yogyakarta, rutin melaksanakan program bimbingan baca tulis Al-Qur’an di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Wirogunan, Yogyakarta, pada hari Senin, 26/01/2026.

Kegiatan yang berlangsung secara khidmat ini bertujuan untuk memberantas buta aksara Al-Qur’an sekaligus memberikan pendampingan rohani agar para warga binaan memiliki bekal spiritual yang kuat saat kembali ke masyarakat nantinya.

Metode yang digunakan oleh para penyuluh bersifat personal dan bertahap. Mulai dari pengenalan huruf hijaiyah bagi pemula hingga perbaikan tajwid dan tahsin bagi warga binaan yang sudah mulai lancar membaca.

Salah satu penyuluh agama KUA Gondokusuman, menyatakan bahwa antusiasme warga binaan sangat tinggi. “Kami melihat ada kerinduan yang besar dari saudara-saudara kita di sini untuk belajar agama. Al-Qur’an menjadi jembatan bagi mereka untuk merefleksikan diri dan mencari ketenangan batin,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Kerjasama ini merupakan wujud nyata sinergitas antara Kementerian Agama Kota Yogyakarta dengan pihak Lapas Wirogunan. Pihak Lapas menyambut baik kehadiran para penyuluh karena sangat membantu program pembinaan kepribadian bagi para penghuni Lapas.

“Pembinaan ini bukan sekadar belajar membaca, tapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Kami berharap ini menjadi titik balik bagi para warga binaan untuk menjalani hidup yang lebih baik dan religius,” tambah perwakilan dari KUA.

Program bimbingan ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain belajar membaca Al-Qur’an, para penyuluh juga sering menyisipkan konseling keagamaan dan motivasi hidup berdasarkan nilai-nilai Islam, sehingga proses rehabilitasi di Lapas Wirogunan berjalan lebih komprehensif.

Dengan adanya kegiatan rutin ini, penyuluh menegaskan komitmennya bahwa layanan penyuluhan agama harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di balik jeruji besi. (kus)

Leave a Reply