Penyuluh Katolik Kemenag Kota Yogyakarta Kolaborasi Brain Gym, Dampingi Wabin Bangun Citra Diri Positif

Yogyakarta (Garakat) — Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta berkolaborasi dengan Tim Profesional Brain Gym (senam otak) dalam kegiatan pembinaan dan pendampingan bagi warga binaan (wabin) Kristiani di Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini menekankan pentingnya pembentukan personal branding sebagai bagian dari proses pembinaan. Penyuluh Katolik, Edelbertus Jara, S.Fil., dalam pengantarnya menyampaikan bahwa setiap bentuk bimbingan dan penyuluhan pada akhirnya bermuara pada upaya membangun kepercayaan diri dan citra diri yang positif.
“Bagaimana menunjukkan kepada orang lain bahwa kita telah berubah, bahwa kita bukan lagi seperti yang dulu,” ungkapnya.
Selanjutnya, Tim Brain Gym memandu peserta melakukan berbagai gerakan tubuh yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan belajar, seperti konsentrasi, daya ingat, dan fokus. Selain itu, latihan ini juga membantu mengelola emosi dengan mengurangi kecemasan dan stres, meningkatkan koordinasi motorik, serta mengoptimalkan fungsi otak melalui aktivasi koneksi saraf.
Setelah sesi gerakan, sebanyak 30 wabin dibagi ke dalam tujuh kelompok dengan tujuh pendamping untuk mengikuti sesi sharing pengalaman. Diskusi dipandu dengan pertanyaan reflektif, seperti siapa yang memberi dukungan saat mereka terpuruk serta nilai-nilai yang dapat dipetik dari pengalaman tersebut. Suasana berlangsung hangat, di mana peserta saling berbagi kisah dan mendoakan satu sama lain.
Pada sesi penutup, Tim Brain Gym menegaskan bahwa keterbatasan fisik tidak membatasi kebebasan berpikir dan berharap. “Tubuh boleh terbatasi tembok, tetapi pikiran dan harapan tetap bebas. Milikilah mimpi, dan mulai wujudkan dari sekarang, meski dalam keterbatasan,” pesan tim.
Peserta juga didorong untuk memanfaatkan berbagai fasilitas pembinaan di dalam lapas, seperti perpustakaan, bengkel, hingga unit produksi, sebagai sarana belajar dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Kegiatan ini diikuti oleh total 39 peserta, terdiri dari 30 warga binaan, 5 orang Tim Brain Gym, dan 4 Penyuluh Katolik, yaitu FM Padhari Djati Martiwi, S.H., Kristoforus Moses Jamwav, S.E., Arnoldus Suluh Dwi Candra, S.S., serta Edelbertus Jara, S.Fil. [edel]



