Berita

Penyuluh Katolik Kemenag Kota Yogyakarta Dampingi Pembinaan Iman Warga Binaan Rutan Kelas IIA

Yogyakarta (Garakat) – Penyuluh Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta berkolaborasi dengan Komunitas SegoMubeng Gereja St. Antonius Kotabaru melaksanakan pembinaan iman bagi Warga Binaan (Wabin) Kristiani di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Yogyakarta, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan pembinaan iman tersebut dikemas dalam Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh Romo Hendra Dwi A. SJ. Perayaan berlangsung dengan khidmat dan penuh penghayatan, diikuti oleh seluruh peserta dengan suasana doa yang mendalam.

Dalam homilinya, Romo Hendra mengajak warga binaan untuk mampu menentukan skala prioritas hidup dengan bijak serta berani melepaskan hal-hal yang dapat mengikat dan menjauhkan dari nilai kebaikan. Ia menekankan pentingnya memilih jalan keselamatan yang dimulai dari kehidupan saat ini menuju kehidupan kekal.

Pesan tersebut disampaikan dalam kaitannya dengan bacaan Injil Markus 10:28-31, khususnya ayat 31 yang berbunyi, “Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

Terlihat para warga binaan mengikuti perayaan Ekaristi dengan penuh khusyuk dan perhatian. Suasana ibadah menjadi ruang refleksi spiritual yang mendalam bagi seluruh peserta.

Setelah Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sharing pengalaman iman yang diisi oleh komunitas doa serta warga binaan. Momen ini menjadi ruang dialog dan penguatan spiritual yang membangun harapan baru bagi para peserta.

Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan dan persaudaraan dalam pelayanan kasih. Total peserta yang terlibat dalam kegiatan pembinaan iman ini berjumlah 20 orang, terdiri dari 11 warga binaan, 4 anggota Komunitas SegoMubeng, 1 perwakilan MMK, Romo Hendra, serta 3 Penyuluh Agama Katolik Kemenag Kota Yogyakarta, yaitu F.M. Padhari Djati Martiwi, Krisforus Moses Jamwav, dan Edelbertus Jara.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Yogyakarta berharap pembinaan iman bagi warga binaan dapat terus berlanjut secara berkesinambungan sebagai bagian dari upaya pembinaan mental spiritual, sehingga mereka memiliki semangat baru dalam menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan. (ej)