Penyuluh Katolik dan Kristen Kemenag Kota Yogyakarta Dampingi Lansia Kristiani di Budhi Dharma

Yogyakarta (Kemenag) – Kepedulian terhadap lanjut usia terus diwujudkan oleh Penyuluh Agama Katolik dan Kristen Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Yogyakarta bersama pemerhati lansia melalui pelayanan rutin bagi Lansia Kristiani di UPT Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Terlantar (RPSLUT) Budhi Dharma Kota Yogyakarta, Senin (3/8/2026).
Kegiatan pendampingan tersebut menjadi ruang untuk memberikan semangat, perhatian, sekaligus menjadi teman berbagi bagi para lansia. Kehadiran para penyuluh diharapkan dapat membuat para lansia merasa didengarkan, diperhatikan, dan tidak menjalani hari-hari mereka seorang diri.
Dalam renungan yang disampaikan kepada para lansia dan peserta yang hadir, Penyuluh Agama Katolik Kankemenag Kota Yogyakarta, Edelbertus Jara, mengajak peserta untuk tetap memiliki pengharapan dan mengandalkan pertolongan Tuhan ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Ia mengangkat kisah Petrus yang berjalan di atas air untuk menghampiri Yesus. Ketika badai dan angin kencang datang, Petrus merasa takut dan hampir tenggelam. Dalam kondisi tersebut, Petrus berseru, “Tuhan, tolonglah aku,” dan Yesus segera mengulurkan tangan-Nya untuk menolong.
“Seperti Petrus yang hampir tenggelam karena takut menghadapi badai dan angin kencang, demikian pula kehidupan kita. Terkadang kita merasa takut ketika berbagai permasalahan datang menghampiri. Namun sebelum Petrus tenggelam, ia meminta pertolongan kepada Yesus,” ungkap Edelbertus.
Menurutnya, kisah tersebut mengajarkan bahwa kasih Allah senantiasa hadir dan menjangkau manusia, bahkan ketika seseorang sedang berada dalam kondisi lemah.
“Kasih Allah lebih cepat menjangkau kita daripada kelemahan kita yang menjatuhkan kita. Ketika kita merasa diterpa masalah, kita pun perlu berseru meminta pertolongan kepada Tuhan Yesus agar kita segera mendapatkan pertolongan dan tidak tenggelam dalam masalah tersebut,” lanjutnya.
Usai renungan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sharing pengalaman para lansia yang dipandu oleh Arnoldus Suluh D. Candra. Para lansia diberikan kesempatan untuk berbagi cerita, pengalaman, maupun pergumulan yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana kemudian semakin hangat ketika Sumarni dan Kristoforus Moses mengajak para peserta mengikuti senam lansia. Senam dilakukan dengan gerakan sederhana yang diselingi nyanyian bersama sehingga menciptakan suasana penuh keakraban dan kegembiraan.
Kegiatan pendampingan tersebut diikuti oleh delapan lansia, satu orang pemerhati lansia, serta empat penyuluh agama dari Kankemenag Kota Yogyakarta. Mereka terdiri atas Sumarni, Penyuluh Agama Kristen, serta tiga Penyuluh Agama Katolik, yakni Arnoldus Suluh D. Candra, S.S., Kristoforus Moses, S.E., dan Edelbertus Jara, S.Fil.
Melalui pendampingan rutin tersebut, Penyuluh Agama Katolik dan Kristen Kankemenag Kota Yogyakarta terus berupaya menghadirkan pelayanan yang menyentuh kebutuhan spiritual dan sosial para lansia. Tidak sekadar memberikan pembinaan keagamaan, kehadiran penyuluh juga menjadi bentuk perhatian dan persahabatan agar para lansia tetap merasa berharga, didengarkan, dan memiliki ruang untuk berbagi dalam menjalani kehidupan.(asdc)



