Penyuluh Danurejan Turut Hadir Gelar Potensi Kesenian FKUB Kota Yogyakarta

Yogyakarta – Gelar Potensi Kesenian Masyarakat Forum Komunikasi Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Yogyakarta berlangsung meriah pada Rabu, 26 November 2025, di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta. Acara ini dihadiri berbagai tokoh lintas agama, penyuluh agama, serta perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Yogyakarta. Penyuluh Agama KUA Danurejan, H. Sujoko Suwono, S.Ag., M.SI, turut hadir dan ikut menyemarakkan kegiatan tersebut.
Ketua FKUB Kota Yogyakarta, Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, M.Ag., dalam sambutannya yang bertajuk “Memadukan Agama, Ilmu, dan Seni dalam Kehidupan”, menekankan pentingnya menyatukan tiga aspek tersebut dalam dinamika kehidupan modern. Menurutnya, perkembangan zaman sering membuat manusia tanpa sadar memisahkan agama, ilmu dan seni dalam ruang-ruang yang berbeda, padahal ketiganya saling melengkapi. “Agama adalah fondasi spiritual yang memberi etika dan tujuan. Ilmu menjadi lensa rasional yang membuka tabir misteri alam dan mendorong inovasi. Sementara seni adalah bahasa jiwa yang mengekspresikan apa yang kita rasakan”, jelasnya.
Prof. Chirzin juga menguraikan tiga langkah memadukan agama, ilmu dan seni. Yakni :
1. Integrasi nilai, yaitu agama memberi etika pada ilmu, ilmu memberi bukti pada agama dan seni mengekspresikan keduanya.
2. Inspirasi kreatif, karena ilmuwan religius dan seniman spiritual sering menghasilkan karya luar biasa dari sense of wonder.
3. Keseimbangan hidup, seperti ungkapan Prof. H. A. Mukti Ali: “Dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah, dengan agama hidup menjadi terarah”.
Sementara itu, mewakili Kakanwil Kemenag DIY, H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng., Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, menegaskan bahwa kerukunan harus dirawat bersama oleh seluruh elemen masyarakat. Kankemenag mengapresiasi FKUB yang telah menjadi garda terdepan dalam menjaga toleransi di kota yang dikenal sebagai city of tolerance tersebut. “Perbedaan jangan dijadikan penghalang untuk bersatu dan menjaga persatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika”, tegasnya.
Acara ini menampilkan beragam potensi kesenian dari berbagai agama, antara lain hadroh Subulus Salam dari Islam, keroncong Lembah Manah dari Kristen dan kesenian Bali dari Hindu. Keberagaman penampilan ini memperlihatkan bahwa seni dapat menjadi ruang bersama untuk menghadirkan harmoni dan memperkuat toleransi.
Kegiatan Gelar Potensi Kesenian FKUB ini kembali menegaskan komitmen kota Yogyakarta dalam merawat kerukunan antarumat beragama melalui ekspresi budaya yang inklusif dan penuh keindahan. (Jk)

