Berita

Penyuluh Agama KUA Wirobrajan Perkuat Pembinaan Umat melalui Layanan Konsultasi Keagamaan

Yogyakarta (KUA Wirobrajan) – Dedikasi Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Wirobrajan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terus diwujudkan melalui pendampingan dan konsultasi keagamaan. Di sela kegiatan penyuluhan melalui program Cahaya Mimbar di Masjid Al Hidayah Wirobrajan, Kamis (16/7/2026), para penyuluh membuka ruang konsultasi bagi takmir dan jamaah terkait berbagai persoalan keagamaan serta pengelolaan kemasjidan.

Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam Eko Agus Wibowo menyosialisasikan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat Tahun 2026 sekaligus mengajak jamaah memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat sebagai momentum untuk memastikan arah kiblat masjid maupun musala telah sesuai dengan kaidah syariat.

Selain itu, Eko menyampaikan hikmah dari Imam Syafi’i tentang pentingnya bermuhasabah. Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga tanda hati yang semakin baik, yakni semakin mencintai membaca Al-Qur’an, mampu mengambil pelajaran ketika menyaksikan kematian, dan semakin mudah mengingat Allah SWT dalam setiap keadaan.

Usai penyampaian materi, Ketua Takmir Masjid Al Hidayah bersama pengurus, Suparyono, memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi dengan penyuluh. Suparyono menyampaikan bahwa Masjid Al Hidayah telah melaksanakan pengukuran arah kiblat melalui Rashdul Kiblat pada Rabu (15/7/2026), dengan hasil yang menunjukkan arah kiblat masjid telah sesuai.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Takmir yang baru juga berkonsultasi mengenai pengembangan program kajian rutin masjid. Ia menyampaikan bahwa masih terdapat jadwal kajian pada hari Senin, Rabu, dan Sabtu yang belum terisi sehingga diperlukan masukan untuk mengoptimalkan pembinaan jamaah.

Menanggapi hal tersebut, Penyuluh Agama Islam Agus Saiful Bahri menyarankan agar pengurus menyusun kajian tematik secara berkelanjutan sehingga materi keislaman dapat disampaikan lebih mendalam, sistematis, dan relevan dengan kebutuhan jamaah.

“Kajian tematik yang terencana akan membantu jamaah memperoleh pemahaman agama secara utuh dan berkesinambungan, sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat,” jelas Agus.

Suasana konsultasi yang berlangsung hangat dan penuh keakraban menjadi bukti bahwa Penyuluh Agama Islam tidak hanya berperan sebagai penceramah, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi takmir masjid dan masyarakat dalam memperkuat pembinaan keagamaan.

Melalui sinergi yang terus dibangun antara penyuluh, pengurus masjid, dan jamaah, diharapkan masjid semakin optimal menjalankan fungsinya sebagai pusat ibadah, pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi umat.[ekoAW]

Leave a Reply