Penyuluh Agama KUA Umbulharjo Serukan Penyelamatan Generasi dari Bahaya Narkoba

YOGYAKARTA – Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menyelamatkan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Umbulharjo, Khaerudin, saat menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Baitunnaim, Warungboto, Umbulharjo, Jumat (26/6).
Khutbah yang merupakan bagian dari Gerakan Khutbah Jumat Serentak Se-Indonesia bertema “Bahaya Narkoba dan Penyelamatan Generasi Bangsa serta Umat” itu mengajak jamaah menjadikan HANI sebagai pengingat untuk memperkuat iman, ketakwaan, dan kepedulian bersama dalam memerangi penyalahgunaan narkotika.
Dalam khutbahnya, Khaerudin menegaskan bahwa narkoba bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi juga ancaman serius terhadap akhlak, masa depan generasi muda, dan ketahanan bangsa. Menurutnya, upaya pencegahan harus menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, tokoh agama, hingga lingkungan sekitar.
Ia menyampaikan tiga pesan utama kepada jamaah. Pertama, “Jauhi Narkoba, Selamatkan Bangsa.” Penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman nyata yang dapat menghancurkan kehidupan individu, keluarga, dan masyarakat. Karena itu, setiap muslim berkewajiban menjaga agama, jiwa, dan akalnya dengan menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkotika.
Pesan kedua, “Generasi Sehat, Indonesia Hebat.” Menurut Khaerudin, masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Orang tua, pendidik, tokoh agama, dan masyarakat perlu bersinergi membangun karakter anak-anak dan remaja agar terhindar dari pergaulan bebas serta mengisi masa mudanya dengan ilmu, ibadah, dan kegiatan yang positif.
Adapun pesan ketiga, “Umat Kuat Tanpa Narkoba.” Ia menekankan bahwa kekuatan umat tidak hanya diukur dari jumlah, tetapi juga dari kualitas iman, akhlak, serta kesehatan jasmani dan rohani. Dalam konteks itu, masjid memiliki peran strategis sebagai pusat dakwah, pembinaan moral, sekaligus edukasi masyarakat untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dan berbagai penyakit sosial lainnya.
“Masjid harus menjadi benteng moral yang mampu membangun kesadaran umat agar menjauhi narkoba serta memperkuat kepedulian terhadap keselamatan generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Melalui Gerakan Khutbah Jumat Serentak ini, diharapkan tumbuh komitmen bersama untuk menjadikan keluarga, masjid, sekolah, dan lingkungan sebagai garda terdepan dalam mencegah penyalahgunaan narkotika. Dengan sinergi seluruh komponen masyarakat, cita-cita mewujudkan Indonesia yang sehat, tangguh, dan bebas narkoba diharapk [chaer]



