Penyuluh Agama KUA Mergangsan Hadiri Acara SILUET BADKO TKA-TPA

Yogyakarta (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Mergangsan, Ali Hafidh, menghadiri kegiatan SILUET (Silaturahim Ustadz/Ustadzah) yang diselenggarakan oleh BADKO TKA-TPA Mergangsan di Masjid Al Ikhlas, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini diikuti para ustadz dan ustadzah TKA-TPA se-Kemantren Mergangsan sebagai wadah mempererat ukhuwah sekaligus meningkatkan kapasitas pendidik Al-Qur’an.
Hadir sebagai narasumber, Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, H. Ahmad Mustafid, M.Hum., yang memberikan motivasi dan penguatan kepada para peserta agar terus menjadi pendidik yang berintegritas, berakhlak mulia, serta mampu menjadi teladan bagi para santri dan masyarakat.
Dalam paparannya, Ahmad Mustafid menyampaikan konsep BERLIAN sebagai pedoman bagi para ustadz dan ustadzah dalam menjalankan amanah pendidikan keagamaan.
“Menjadi pendidik Al-Qur’an bukan sekadar mengajar membaca dan menulis Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Konsep BERLIAN yang disampaikan meliputi:
- Beriman Prima (Yakin), yaitu memiliki keimanan yang kuat dan keyakinan penuh kepada Allah SWT dalam menjalankan tugas dakwah dan pendidikan.
- Lembah Mana (Andhap Asor/Berakhlakul Karimah), yakni senantiasa rendah hati, santun, serta menjunjung tinggi akhlak mulia dalam berinteraksi dengan sesama.
- Ibadahnya Tertib, yaitu menjaga kualitas dan kedisiplinan dalam melaksanakan ibadah sehingga dapat menjadi contoh yang baik bagi peserta didik.
- Awali Segalanya dengan Senyum, yakni membangun suasana yang ramah, hangat, dan penuh semangat dalam setiap aktivitas pembelajaran.
- Nerimo (Tawakal), yaitu menerima segala ketentuan Allah SWT dengan ikhlas serta bertawakal setelah berikhtiar secara maksimal.
Ali Hafidh menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan SILUET yang dinilai sangat bermanfaat dalam memperkuat jejaring dan semangat pengabdian para pengajar TKA-TPA.
“Kegiatan seperti ini penting untuk mempererat silaturahim sekaligus menjadi sarana saling menguatkan dalam menjalankan tugas membina generasi Qurani,” ujarnya.
Melalui kegiatan SILUET, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antar ustadz dan ustadzah TKA-TPA di wilayah Mergangsan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan semangat dan kualitas pembelajaran dalam rangka mencetak generasi Qurani yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah.(Ali Hafidh)



