Penyuluh Agama KUA Gedongtengen Siaran Radio Berbahasa Jawa Bahas Kitab Uyunul Masail Linnisa Bab Pati

Yogyakarta – Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen, Siti Chadamiyatul Jannah, kembali memberikan pencerahan kepada masyarakat melalui siaran radio berbahasa Jawa.
Dalam kesempatan tersebut, ia membahas kitab Uyunul Masail Linnisa, khususnya pada bab pati (kematian), yang sarat dengan tuntunan syariat dan nilai-nilai keislaman.
Siaran yang disampaikan dengan bahasa Jawa halus ini bertujuan agar materi lebih mudah dipahami oleh masyarakat, khususnya kalangan ibu-ibu dan masyarakat umum yang akrab dengan budaya lokal. Dalam penyampaiannya, Siti Chadamiyatul Jannah menjelaskan bahwa kematian merupakan sesuatu yang pasti dialami oleh setiap manusia. Oleh karena itu, setiap Muslim perlu mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal kebaikan.
Ia juga menguraikan beberapa hal penting dalam bab pati, di antaranya adab menghadapi orang yang sedang sakaratul maut, tata cara merawat jenazah, serta kewajiban keluarga dan masyarakat terhadap orang yang telah meninggal dunia. Selain itu, disampaikan pula pentingnya memperbanyak doa dan zikir sebagai bekal menghadapi kematian.
“Pati iku mesthi teka, ora ana sing bisa ngindari. Mula kita kudu tansah nyiapake bekal amal saleh lan tansah eling marang Gusti Allah,” tuturnya dalam siaran tersebut.
Siaran ini mendapat respons positif dari para pendengar. Selain menambah wawasan keagamaan, kegiatan ini juga menghidupkan kembali tradisi dakwah dengan pendekatan budaya lokal. Hal ini menjadi bagian dari upaya KUA Gedongtengen dalam memberikan bimbingan keagamaan yang adaptif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Dengan adanya siaran ini, diharapkan masyarakat semakin memahami tuntunan Islam dalam menghadapi kematian serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.[stchadam]



