Penyuluh Agama KUA Danurejan Dampingi Jamaah PSIT Tukangan Ikuti Manasik Haji di Semarang

Yogyakarta (KUA Danurejan) – Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Danurejan, Uswatun Hasanah, S.Pd., mendampingi jamaah ibu-ibu Pengajian PSIT Tukangan, Danurejan, Yogyakarta, mengikuti latihan manasik haji di Firdaus Fatimah Zahra, Semarang, Ahad (23/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–10.30 WIB tersebut berjalan dengan baik, lancar, dan penuh suasana kekeluargaan. Seluruh jamaah mengikuti rangkaian latihan dengan antusias, sehat, dan penuh kegembiraan.
Dalam kegiatan tersebut, jamaah mendapatkan penjelasan dan praktik mengenai berbagai rangkaian ibadah haji. Para jamaah juga aktif mengajukan berbagai pertanyaan, khususnya mengenai perbedaan pelaksanaan manasik haji dan umrah.
Pemandu dari Firdaus Fatimah Zahra dengan sabar memberikan penjelasan secara bertahap mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji, mulai dari kondisi di Makkah dan Madinah, Maqam Ibrahim, tempat pelaksanaan lontar jumrah, hingga berbagai rangkaian ibadah lainnya. Penjelasan tersebut membantu jamaah memahami gambaran pelaksanaan ibadah haji secara lebih konkret.
Uswatun Hasanah menyampaikan bahwa kegiatan manasik tidak hanya menjadi sarana untuk mempersiapkan pemahaman teknis ibadah, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan jamaah.
“Semoga dengan mengajak jamaah ibu-ibu pengajian mengikuti kegiatan seperti ini, kita semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, semakin rajin beribadah, menjaga salat, gemar bersedekah, ramah, murah senyum, tidak mudah marah, dan senantiasa melakukan kebaikan,” tuturnya.
Menurutnya, semangat memperbaiki akhlak juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri menuju ibadah haji. Ia mengingatkan jamaah tentang hadis yang mengajarkan bahwa senyum kepada saudara merupakan sedekah.
Lebih lanjut, Uswatun Hasanah berharap nilai-nilai yang diperoleh selama persiapan maupun setelah melaksanakan ibadah haji dapat tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Sikap rendah hati, ramah, gemar bersedekah, dan semakin baik akhlaknya merupakan bagian dari tanda-tanda kemabruran haji.
“Ketika seseorang pulang dari haji atau umrah kemudian menjadi lebih lembut, murah senyum, akhlaknya semakin baik, dan semakin gemar bersedekah, mudah-mudahan itu menjadi tanda-tanda kemabruran,” ungkapnya.
Kegiatan manasik ditutup dengan suasana penuh semangat dan keceriaan. Para jamaah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan antusias sebagai bekal mempersiapkan diri menjalankan ibadah haji maupun umrah.(Uswatun Hasanah)



