Berita

Penyuluh Agama KUA Danurejan Bimbing Dzikir Batin Warga Binaan Rutan Yogyakarta

Yogyakarta (KUA Danurejan) – Penyuluh Agama Islam KUA Danurejan Kota Yogyakarta, H. Sujoko Suwono, S.Ag., M.S.I., memberikan pembinaan praktik dzikir dalam hati (dzikrullah) kepada warga binaan(wabin) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Yogyakarta, Kamis (9/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid At-Taqwa Rutan Yogyakarta tersebut merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan rutin yang dilaksanakan setiap pekan.

Dalam pembinaan tersebut, Sujoko menyampaikan materi mengenai praktik dzikir dalam hati berdasarkan firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 205. Ayat tersebut mengajarkan agar umat Islam senantiasa mengingat Allah di dalam hati dengan penuh kerendahan diri dan rasa takut, tanpa mengeraskan suara, terutama pada waktu pagi dan petang.

Menurut Sujoko, menjaga hati agar terus berdzikir bukanlah perkara mudah karena batin manusia sering dipenuhi berbagai lintasan pikiran. Oleh sebab itu, salah satu cara membersihkan hati adalah dengan memperbanyak istighfar di dalam batin sebagaimana kandungan Al-Qur’an Surat Al-A’la ayat 14.

“Batin kita sering dilintasi berbagai pikiran selain mengingat Allah. Solusinya, setiap muncul lintasan tersebut segera diikuti dengan istighfar di dalam batin. Walaupun belum sempat menyebut nama Allah, jika terus beristighfar, maka itu sudah termasuk keberuntungan, baik di dunia maupun akhirat”, jelasnya.

Selain menyampaikan teori, Sujoko juga memandu peserta mempraktikkan dzikir batin secara langsung. Ia menjelaskan tata cara pelaksanaannya, mulai dari posisi duduk yang rileks, rangkaian bacaan pembuka, hingga praktik dzikir dan istighfar dalam hati. Istighfar dilakukan setiap kali muncul lintasan pikiran selain mengingat Allah, bukan berdasarkan hitungan jumlah bacaan, melainkan sebagai bentuk kesadaran untuk segera kembali mengingat-Nya.

Ia menambahkan, apabila seseorang belum mampu menyebut nama Allah secara terus-menerus di dalam batin, tidak perlu berkecil hati. Menurutnya, dalam lafaz Astaghfirullaahal ‘Adhiim telah terkandung salah satu Asmaul Husna, yaitu Al-‘Adhiim yang berarti Yang Maha Agung.

“Jika dzikir dalam batin sudah menjadi kebiasaan, insya Allah iman akan masuk ke dalam hati, sholat menjadi lebih khusyuk, serta terhindar dari godaan setan sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 98–99”, ujarnya.

Sujoko juga menyampaikan bahwa amalan dzikir sangat relevan bagi warga binaan yang menginginkan ketenangan batin. Hal tersebut sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Ar-Ra’d ayat 28, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”. Selain itu, dalam hadis riwayat Muslim Nomor 2700 disebutkan bahwa orang yang berdzikir akan memperoleh sakinah atau ketenangan dari Allah Swt.

Usai penyampaian materi, sejumlah warga binaan tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan berkonsultasi secara langsung mengenai teknik pelaksanaan dzikir dalam hati yang telah dipraktikkan selama pembinaan berlangsung. Antusiasme tersebut menunjukkan besarnya minat warga binaan untuk memperdalam amalan dzikir sebagai bekal pembinaan spiritual selama menjalani masa pembinaan di Rutan Yogyakarta. (Jk)