Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Yogyakarta Ikuti Malam Silaturahmi Umat 2026, Perkuat Kerukunan Lintas Agama

Yogyakarta (Humas) – Semangat kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama menjadi spirit dalam Malam Silaturahmi Umat 2026 yang digelar di Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama, Jalan Jenderal Sudirman No. 75, Terban, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Senin (31/8/2026) malam.
Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Oka Yuliana, S.Th., turut hadir dan berbaur bersama masyarakat serta para pemangku kepentingan lintas agama. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi, persaudaraan, dan semangat hidup rukun di tengah keberagaman masyarakat.

Malam Silaturahmi Umat 2026 diikuti masyarakat Kampung Resonegaran, Kelurahan Terban, Kemantren Gondokusuman, serta berbagai unsur pemerintahan, TNI-Polri, dan perwakilan umat beragama. Hadir pula unsur RT, RW, dukuh, lurah beserta jajaran, mantri pamong praja beserta jajaran, serta perwakilan Pemerintah Kota Yogyakarta.
Dari unsur keamanan, hadir jajaran TNI dan Polri, termasuk Polsek Gondokusuman. Sementara dari unsur keagamaan hadir perwakilan masing-masing agama, Penyuluh Agama Islam KUA Gondokusuman, serta Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Yogyakarta.
Kegiatan yang berlangsung pukul 19.30 hingga 22.15 WIB tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mengenang jasa para pahlawan kemerdekaan. Momentum ini menjadi ruang refleksi untuk meneguhkan kembali pentingnya persatuan dan persaudaraan di tengah kemajemukan bangsa Indonesia.
Salah satu rangkaian utama kegiatan adalah pengikraran lima komitmen bersama demi tegaknya kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pertama, senantiasa menjaga kedamaian, kerukunan, persaudaraan, dan keadilan antarumat beragama. Kedua, menciptakan suasana yang sejuk, harmonis, dan bebas konflik antarumat beragama.
Ketiga, memelihara keberagaman dan perbedaan dengan saling melindungi berbagai agama secara tulus dan sungguh-sungguh. Keempat, menolak segala bentuk intimidasi dan pemaksaan agama maupun keyakinan serta menolak anarki dan kekerasan dalam beragama.
Kelima, mendukung pemerintah dalam menegakkan konstitusi yang melindungi hak setiap warga negara dalam menjalankan agama dan keyakinannya.
Bagi Kementerian Agama, forum silaturahmi lintas agama seperti ini menjadi ruang penting untuk membangun komunikasi dan memperkuat praktik kerukunan dalam kehidupan sehari-hari. Penyuluh agama memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan-pesan kedamaian, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman di tengah masyarakat.
Keikutsertaan Oka Yuliana sebagai Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Yogyakarta juga menjadi wujud nyata keterlibatan penyuluh agama dalam merawat harmoni sosial. Kerukunan tidak hanya dibangun melalui wacana, tetapi melalui perjumpaan, dialog, saling mengenal, dan kerja bersama lintas agama.
Melalui Malam Silaturahmi Umat 2026, seluruh peserta berharap tercipta indahnya kebersamaan dalam kerukunan antarumat beragama, sehingga keberagaman dapat terus menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.[Ara_Oka]



