Berita

Penyuluh Agama Kemenag Kota Yogyakarta Perkuat Sinergi Lintas Agama untuk Merawat Kerukunan

Yogyakarta (Kankemenag Kota Yogyakarta) – Merawat kerukunan membutuhkan kolaborasi, komitmen, dan langkah nyata dari berbagai elemen masyarakat. Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan pengukuhan dan rapat kerja pengurus Pokjaluh, Pokjawas, Pokja MGMP, dan KKG lintas agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Selasa (20/10/2026).

Mengusung tema “Bersinergi untuk Kerukunan, Harmoni Lintas Agama”, kegiatan ini diikuti 50 peserta, termasuk Penyuluh Agama Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi, menyatukan langkah, dan merumuskan program kerja yang mendukung kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.

Kepala Kanwil Kementerian Agama DIY, Dr. H. Ahmad Bahiej, S.H., M.Hum., mengukuhkan pengurus empat kelompok kerja tersebut sekaligus memberikan pembinaan mengenai pentingnya mengawal seluruh Asta Protas Kementerian Agama melalui program kerja yang konkret dan berdampak bagi masyarakat.

Dalam pembinaan tersebut, penguatan kerukunan umat beragama dan ekoteologi menjadi perhatian penting. Kedua hal ini diharapkan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi diwujudkan melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, membangun kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat sikap saling menghormati di tengah keberagaman.

Bekal Bersama untuk Mencegah Konflik

Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi mitigasi konflik sosial berbasis agama serta bahaya radikalisme dan ekstremisme kekerasan oleh Satgaswil DIY Densus 88 Antiteror Polri.

Sosialisasi ini menjadi bekal bagi para peserta untuk meningkatkan kewaspadaan, memahami potensi konflik, dan mengembangkan pendekatan pencegahan yang tepat. Pengetahuan tersebut penting agar para pendidik dan penyuluh agama mampu mengambil peran dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya toleransi, dialog, dan penyelesaian persoalan secara damai.

Di tengah masyarakat yang beragam, kerukunan perlu dirawat melalui komunikasi yang terbuka dan kesediaan untuk memahami perbedaan. Karena itu, peran penyuluh agama, pengawas, guru mata pelajaran, serta guru kelas menjadi penting dalam menanamkan nilai-nilai kebersamaan sejak dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat.

Menyusun Program, Menguatkan Dampak

Rangkaian kegiatan ditutup dengan rapat kerja masing-masing kelompok dan pemaparan program yang dipandu Ketua Tim Kerukunan Umat Beragama (KUB) dan Pembinaan Masyarakat Konghucu Kanwil Kementerian Agama DIY, H. Imam Khoiri, S.Ag., M.E.

Melalui rapat kerja ini, setiap kelompok diharapkan mampu merumuskan program yang terarah, saling mendukung, dan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Sinergi lintas kelompok menjadi modal penting agar upaya membangun kerukunan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi gerakan bersama.

Bagi Penyuluh Agama Kemenag Kota Yogyakarta, partisipasi dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperkuat peran pembinaan umat. Kerukunan tidak cukup hanya disampaikan melalui ceramah atau sosialisasi, tetapi perlu diwujudkan dalam keteladanan, pendampingan, dan kegiatan nyata yang mendekatkan masyarakat satu sama lain.

Melalui pengukuhan dan rapat kerja ini, diharapkan kolaborasi lintas agama di DIY semakin kuat dalam mencegah konflik, menangkal berkembangnya paham kekerasan, serta menumbuhkan kehidupan masyarakat yang damai dan saling menghargai.

Sebab, kerukunan bukan sekadar hidup berdampingan dalam perbedaan, melainkan kesediaan untuk saling menghormati, bekerja sama, dan menjaga kedamaian bersama.[ekoAW]

Leave a Reply