Berita

Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan Berikan Kajian bagi ASN Kejaksaan Negeri Yogyakarta.

Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Eko Agus Wibowo, S.Sos.I, memberikan kajian keagamaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kejaksaan Negeri Yogyakarta yang beragama Islam, bertempat di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Yogyakarta, Jl. Sukonandi No. 6, Semaki, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Senin (22/12/2025).
Kajian tersebut dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Ibu. Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Yogyakarta, Hartono, S.H., M.H., menyampaikan ucapan selamat Hari Ibu kepada seluruh ASN Kejaksaan Negeri Yogyakarta. Kajari berharap momentum Hari Ibu dapat menjadi pengingat akan jasa dan peran besar seorang ibu, baik dalam keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Dalam kajiannya, Eko Agus Wibowo menekankan peran strategis ibu dalam membentuk generasi yang berkualitas. Ia menyampaikan bahwa ibu yang hebat akan melahirkan generasi yang hebat pula, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Ahqaf ayat 15, yang menggambarkan perjuangan dan pengorbanan seorang ibu sejak mengandung, melahirkan, hingga membesarkan anaknya.
Lebih lanjut, Eko mengulas teladan para perempuan mulia dalam sejarah Islam, seperti Sayyidah Khadijah r.a. dengan keteguhan iman dan dukungannya kepada Rasulullah ﷺ, Hajar dengan kesabaran dan tawakalnya, Sarah, serta Maryam yang menjadi simbol kesucian dan ketaatan kepada Allah SWT. Menurutnya, kisah-kisah tersebut menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran besar dalam perjalanan dakwah dan peradaban.
Eko juga mengaitkan peran perempuan di Indonesia dengan sosok R.A. Kartini yang telah mengubah paradigma perempuan dari sekadar “sumur, kasur, dan dapur” menjadi perempuan yang mampu berkiprah lebih luas. Saat ini, perempuan terbukti mampu berperan di berbagai lini kehidupan, termasuk di bidang pemerintahan, penegakan hukum, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.
Kajian berlangsung dengan khidmat dan penuh antusias. Melalui kegiatan ini, diharapkan ASN Kejaksaan Negeri Yogyakarta semakin menghargai peran ibu dan perempuan, serta mampu meneladani nilai-nilai keteladanan yang disampaikan untuk diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai abdi negara.[ekoAW]