Penyuluh Agama Islam KUA Ngampilan Kultum Ba’da Ashar di Mushola Al Ikhlas

Yogyakarta (KUA Ngampilan) – Penyuluh Agama Islam KUA Ngampilan, KH Sholehudin Mansyur, S.Ag., mengisi Kultum Ba’da Ashar di Mushola Al Ikhlas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta, Rabu (26/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan spiritual bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kankemenag Kota Yogyakarta.
Kultum Ba’da Ashar dilaksanakan secara rutin setiap hari kerja dan diikuti oleh ASN Kantor Kemenag Kota Yogyakarta. Selain menjadi sarana penguatan keimanan dan ketakwaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai akhlak dan integritas dalam pelaksanaan tugas sebagai abdi negara.
Dalam tausiyahnya, Sholehudin mengajak ASN Kemenag untuk senantiasa menjadi teladan, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“ASN Kemenag harus menjadi teladan. Nilai BerAKHLAK, yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif, harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Mari kita mulai dari mushola ini,” ungkapnya.
Menurutnya, penguatan karakter ASN tidak cukup hanya melalui pemahaman secara teoritis, tetapi perlu diwujudkan melalui kebiasaan dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Mushola di lingkungan kantor dapat menjadi salah satu titik awal untuk membangun budaya kerja yang religius, humanis, dan berintegritas.
Kegiatan Kultum Ba’da Ashar di Mushola Al Ikhlas dilaksanakan secara bergilir dengan melibatkan ASN di lingkungan Kankemenag Kota Yogyakarta. Dengan demikian, kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pesan-pesan keagamaan antarpersonal.
Sementara itu, Kepala KUA Ngampilan, H. Anas Yusuf, S.Sos.I., menyampaikan komitmen jajarannya untuk terus menghadirkan pesan-pesan agama yang menyejukkan dan membangun melalui berbagai kegiatan pembinaan keagamaan.
“Mulai dari diri, mulai dari masjid atau mushola, mulai sekarang. KUA Ngampilan berkomitmen untuk terus menebarkan pesan agama yang menyejukkan, membangun, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan keagamaan di lingkungan kerja dapat semakin memperkuat spiritualitas ASN sekaligus mendorong terwujudnya pelayanan publik yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan.(Janti)


