Penyuluh Agama Gedongtengen Bersinergi dengan Masjid Danoedjo As-Sudairi Berantas Buta Huruf Al-Qur’an bagi Lansia

Yogyakarta, Senin 10 Agustus 2026 — Upaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan lanjut usia terus dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen melalui sinergi bersama Masjid Danoedjo As-Sudairi. Salah satu bentuk nyata kegiatan tersebut adalah pembelajaran Al-Qur’an bagi para lansia sebagai bagian dari ikhtiar memberantas buta huruf Al-Qur’an.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026 ini berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Para peserta lansia mendapatkan pendampingan secara bertahap dan sesuai dengan kemampuan masing-masing, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, pengucapan makhraj, hingga latihan membaca Al-Qur’an.
Program pembelajaran Al-Qur’an bagi lansia ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin dan Kamis. Konsistensi pertemuan diharapkan dapat membantu peserta meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus belajar di usia senja.
Penyuluh Agama Gedongtengen menyampaikan bahwa usia bukan menjadi penghalang untuk belajar Al-Qur’an. Justru semangat para lansia untuk terus belajar menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa proses menuntut ilmu tidak mengenal batas usia.
Sinergi antara Penyuluh Agama dan Masjid Danoedjo As-Sudairi diharapkan tidak hanya mampu mengurangi angka buta huruf Al-Qur’an, tetapi juga menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan keagamaan yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak lansia yang memiliki kepercayaan diri dalam membaca Al-Qur’an dan dapat menjadikan aktivitas tersebut sebagai bagian dari ibadah serta bekal kehidupan di usia senja.
“Belajar Al-Qur’an tidak mengenal usia. Selama masih ada kemauan, selalu ada kesempatan untuk mendekat kepada Al-Qur’an.”[sams]



