Penyuluh Agama Danurejan Sampaikan Kesempurnaan Iman pada MT Masjid Mubarok

Yogyakarta (KUA Danurejan) – Penyuluh Agama Islam Danurejan, H. Sujoko Suwono, S.Ag., MSI, kembali memberikan pembinaan rutin dalam kegiatan Majelis Taklim (MT) Masjid Mubarok yang berlokasi di Jl. Tukangan No. 1, Yogyakarta, pada Ahad pagi pukul 06.00–07.00 WIB, 15 Februari 2026.
Dalam pembinaan tersebut, Sujoko menyampaikan materi bertema “Kesempurnaan Iman” yang merujuk pada Hadis Nabi Muhammad SAW : “Akmalul mukminiina iimaanan ahsanuhum khuluqon”.
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaqnya”. (HR. Ahmad dari Abu Huroiroh).
Sujoko menjelaskan bahwa kesempurnaan iman seseorang bukan semata-mata ditentukan oleh banyaknya amal jariyah ataupun kemampuan menunaikan ibadah haji berkali-kali, melainkan oleh akhlaqnya yang paling baik. Menurut Sujoko apabila kesempurnaan iman hanya diukur dari banyaknya amal materiil, maka peluang masuk surga seolah hanya dimiliki oleh orang-orang kaya. Padahal, orang yang memiliki kekayaan belum tentu memiliki akhlaq yang baik. Sebaliknya, bisa jadi orang yang hidup sederhana justru memiliki akhlaq yang lebih mulia.
Sujoko juga menguatkan penjelasannya dengan Hadis Rasulullah SAW : “Innamā bu‘itstu li utammima makārimal akhlāq”.
“Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlaq”.
Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad tersebut menegaskan bahwa salah satu misi utama diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah menyempurnakan akhlaq manusia. Artinya, Islam tidak hanya mengatur ibadah ritual, tetapi juga membina karakter, moral dan perilaku mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Sujoko mengajak jamaah untuk menjadikan akhlaq sebagai cerminan kualitas iman dalam kehidupan sosial, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Dengan akhlaq yang baik, iman seseorang akan tampak nyata dalam sikap dan perbuatannya.
Majelis Taklim Masjid Mubarok merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap Ahad pagi. Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan keagamaan yang secara aktif dilakukan oleh KUA Danurejan melalui para penyuluh agama, sebagai bentuk penguatan pemahaman keagamaan masyarakat secara berkesinambungan. (Jk).



