Penyuluh Agama Danurejan Dampingi Lokmin Lintas Sektoral Triwulan IV

KUA Danurejan, Yogyakarta – Penyuluh Agama KUA Danurejan Yogyakarta, H. Sujoko Suwono, S.Ag., MSI, turut diskusi dan membersamai pelaksanaan lokakarya mini (lokmin) lintas sektoral Triwulan IV yang digelar oleh Puskesmas I Danurejan pada 27 November 2025 di Pendopo Kemantren, Jl. Hayam Wuruk 28 Yogyakarta. Lokmin ini menjadi ruang strategis untuk mengevaluasi capaian program kesehatan dan merumuskan berbagai langkah peningkatan layanan ke depan.
Dalam sambutan yang dibacakan oleh perwakilan Jawatan Sosial, Mantri Pamong Praja (MPP) Danurejan menyampaikan apresiasi atas keberhasilan berbagai program penanggulangan stunting. Berkat sinergi lintas sektor, angka stunting di wilayah Danurejan kini berhasil ditekan hingga angka satu digit, sebuah capaian signifikan yang menunjukkan meningkatnya efektivitas program intervensi gizi.
Sementara itu, Kepala Puskesmas I Danurejan, dr. Dewi, memaparkan bahwa pada triwulan IV ini masih terdapat sejumlah indikator yang belum memenuhi target Standar Pelayanan Minimal (SPM). Salah satunya adalah capaian skrining kesehatan usia produktif yang masih berada di bawah harapan.
Beberapa data penting yang dipresentasikan di antaranya. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif bagi bayi selama enam bulan baru mencapai 46%. Cakupan skrining usia produktif (usia 15–59 tahun) baru mencapai 65%. Kualitas air layak konsumsi di wilayah Tegalpanggung yang memenuhi syarat baru 39%.
Terkait permasalahan kualitas air, dr. Dewi menegaskan pentingnya memastikan air dimasak hingga benar-benar mendidih dalam waktu yang cukup lama sebelum dikonsumsi, guna mencegah penyakit berbasis lingkungan.
Lokmin lintas sektoral ini dihadiri oleh Forum Pimpinan Kemantren (Forkompintren) Danurejan, meliputi unsur KUA, Danramil, Kapolsek, Lurah, serta para kader kesehatan se-Kemantren Danurejan. Kolaborasi berbagai pihak ini diharapkan semakin memperkuat upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Acara berlangsung lancar, interaktif dan diisi dengan diskusi kelompok yang produktif. Semangat sinergi lintas sektor tampak kuat dalam upaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat Danurejan. (Jk).



