Penyuluh Agama Danurejan Aktif Lakukan Pembinaan Keagamaan di Rutan Yogyakarta.

Yogyakarta (KUA Danurejan) – Penyuluh Agama Islam Danurejan, H. Sujoko Suwono, S.Ag., MSI, terus menunjukkan komitmen dalam melakukan pembinaan keagamaan bagi warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II A Yogyakarta, Jalan Tamansiswa No. 6A. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap pekan sebagai bagian dari program pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan (wabin).
Pada sesi pembinaan yang berlangsung Kamis (30/10/2025), salah seorang warga binaan mengajukan pertanyaan mengenai cara melaksanakan sholat dengan khusyu’. Menanggapi hal tersebut, Sujoko menjelaskan bahwa kekhusyukan dalam sholat bukan hal yang mudah, karena membutuhkan kesempurnaan baik dari sisi lahir maupun batin. “Sholat khusyu’ itu tidak mudah. Agar bisa khusyu’, syarat dan rukunnya harus dipenuhi. Secara lahiriyah, harus suci dari hadas besar maupun kecil, serta tidak meninggalkan rukun terutama tuma’ninah”, jelas Sujoko.
Lebih lanjut, Sujoko menambahkan bahwa kekhusyukan juga menuntut kesiapan batin dengan memperkuat iman dan membentuk akhlak yang baik. “Secara batiniyah, iman harus tertanam dalam hati. Dalam hadis riwayat Ahmad dari Abu Huroiroh Rasulullah SAW bersabda, kesempurnaan iman seseorang adalah yang paling baik akhlaknya. Jangan lupa membaca doa ‘Robbi a’udzu bika min hamazaatisy-syayathiin wa a’udzu bika robbi an yahdhuruun’ sebagaimana dalam Surah Al-Mu’minun ayat 97–98 sebelum sholat”, imbuhnya.
Menurut Sujoko, kegiatan pembinaan ini merupakan bagian dari program pembinaan ruhani yang dilakukan secara berkala. Tujuannya adalah untuk memberikan ruang refleksi bagi warga binaan dalam proses perbaikan diri dan pembentukan karakter spiritual yang lebih baik.
Pihak Rutan Kelas II A Yogyakarta memberikan apresiasi atas kegiatan pembinaan tersebut, yang dinilai memberi dampak positif dan semangat baru bagi warga binaan dalam menjalani masa pembinaan.
Para warga binaan tampak antusias mengikuti kegiatan, aktif berdialog, serta menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap tema yang dibahas. (Jk)



