Berita

Penyuluh Agama Buddha Kota Yogyakarta Rajut Harmoni dalam Indonesia Walk For Peace

Yogyakarta (Kemenag Kota Yogyakarta) — Nuansa damai dan penuh persaudaraan menyelimuti Kota Yogyakarta dalam rangkaian kegiatan Indonesia Walk For Peace yang digelar menjelang puncak perayaan Tri Suci Waisak 2569 BE, Senin, (25/5/26). Kegiatan spiritual lintas negara tersebut diikuti para Bhikkhu dari Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia yang melakukan perjalanan kaki dari Bali menuju Candi Borobudur sebagai simbol perjalanan batin menuju kedamaian, welas asih, dan persatuan umat manusia.

Kedatangan rombongan Bhikkhu di Yogyakarta mendapat sambutan hangat dari masyarakat, tokoh lintas agama, umat Buddha, serta jajaran pemerintah daerah. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, turut hadir menyambut peserta Walk For Peace sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan nilai toleransi dan perdamaian dunia melalui pendekatan budaya dan spiritual.

Rangkaian penyambutan berlangsung khidmat dan penuh makna. Masyarakat tampak antusias menyaksikan prosesi para Bhikkhu yang berjalan dengan sederhana dan penuh keteduhan. Dalam kesempatan tersebut, dilaksanakan pula tradisi tabur bunga dan doa bersama sebagai simbol penghormatan serta harapan agar nilai-nilai kedamaian senantiasa tumbuh di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

Penyuluh Agama Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta bersama tokoh lintas agama dan umat Buddha turut ambil bagian aktif dalam kegiatan tersebut. Kehadiran para penyuluh menjadi representasi peran Kementerian Agama dalam menjaga dan merawat kerukunan umat beragama melalui pendekatan pembinaan, edukasi, dan penguatan moderasi beragama di tengah masyarakat.

Partisipasi Penyuluh Agama Buddha tidak hanya sebatas mendampingi kegiatan keagamaan, tetapi juga memperkuat pesan bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus terus dijaga bersama. Melalui momentum Indonesia Walk For Peace, para penyuluh turut mengajak masyarakat menanamkan nilai toleransi, saling menghormati, dan hidup berdampingan secara damai tanpa membedakan latar belakang agama maupun budaya.

Usai prosesi penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi basuh kaki para Bhikkhu yang berlangsung khidmat di Aula Hoo Hap Hwee. Tradisi ini menjadi simbol penghormatan, kerendahan hati, serta ungkapan bakti umat kepada para Bhikkhu yang menjalankan perjalanan spiritual demi pesan perdamaian.

Rangkaian kegiatan keagamaan juga dilaksanakan melalui Pindapata yang berlangsung di sepanjang kawasan Jalan Malioboro pada Selasa, 26 Mei 2026 pukul 06.00 WIB. Masyarakat tampak sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut dengan memberikan dana makanan kepada para Bhikkhu secara tertib dan penuh sukacita. Kehangatan interaksi antara Bhikkhu dan masyarakat mencerminkan nilai toleransi, kepedulian, dan semangat persaudaraan lintas budaya.

Kegiatan Indonesia Walk For Peace juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan yang memadati sejumlah titik jalan yang dilalui rombongan Bhikkhu. Antusiasme masyarakat tersebut memperlihatkan kuatnya budaya toleransi di Yogyakarta sebagai kota budaya, kota pendidikan, sekaligus ruang hidup bersama yang menjunjung tinggi nilai kerukunan dan persaudaraan lintas agama.

Melalui kegiatan ini, semangat Waisak tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan umat Buddha, tetapi juga sebagai momentum memperkuat harmoni sosial, mempererat persaudaraan kemanusiaan, dan meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga perdamaian di tengah keberagaman Indonesia. (Partini)

Leave a Reply