Penghulu KUA Mantrijeron Bekali Pengantin Jaga Kehormatan Rumah Tangga

Yogyakarta (KUA Mantrijeron) — Layanan kepenghuluan di KUA tidak berhenti pada pelaksanaan akad nikah, tetapi juga menjadi ruang pembinaan bagi pasangan dalam mempersiapkan kehidupan rumah tangga. Hal itu ditunjukkan Penghulu KUA Mantrijeron, Mu’inan, S.H.I., M.S.I., saat memimpin akad nikah Bagus Wicaksono dan Septi Nurlaili di Hotel Burza, Jogokaryan, Yogyakarta, Ahad (20/9/2026).
Dalam khutbah nikahnya, Mu’inan memberikan penguatan kepada kedua mempelai agar mampu menjaga kehormatan, privasi, dan kerahasiaan rumah tangga. Pesan tersebut dinilai penting di tengah kemudahan masyarakat membagikan berbagai persoalan pribadi melalui media sosial.
Mengutip syair hikmah Abu al-Atahiya, Mu’inan mengingatkan pasangan agar tidak menjadikan orang lain maupun media sosial sebagai tempat mengumbar persoalan rumah tangga. Setiap persoalan, kata dia, hendaknya terlebih dahulu diselesaikan dengan komunikasi yang baik antara pasangan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Jaga rahasia dan kehormatan pasangan. Ketika menghadapi persoalan, jangan sampai masalah rumah tangga justru menjadi konsumsi publik,” pesannya.
Menurut Mu’inan, pasangan suami istri perlu memandang satu sama lain sebagai pakaian yang saling menutup kekurangan. Karena itu, membangun komunikasi, saling memaafkan, dan menjaga martabat pasangan menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan keluarga.
Penguatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi layanan kepenghuluan KUA Mantrijeron dalam memberikan pendampingan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh kesiapan dan keberlangsungan kehidupan keluarga. Melalui layanan tersebut, KUA hadir membekali pasangan agar mampu membangun rumah tangga yang harmonis, menjaga kehormatan keluarga, dan menghadapi persoalan secara bijak.
Mu’inan kemudian mendoakan agar pernikahan Bagus dan Septi senantiasa mendapat keberkahan serta mampu membangun keluarga yang kokoh dalam kebaikan.



