Pengawas PAI Perkuat Kualitas MTQ SD dan SMP Kota Yogyakarta

Yogyakarta (Humas) — Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta turut berperan dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Jenjang SD dan SMP Tingkat Kota Yogyakarta Tahun 2026 sebagai dewan juri cabang Cerdas Cermat Agama (CCA). Kegiatan berlangsung di SMK Negeri 4 Yogyakarta, Sabtu (17/10/2026).
Keterlibatan pengawas PAI dalam ajang ini menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung pembinaan kompetensi keagamaan peserta didik sekaligus menjaga kualitas pelaksanaan kompetisi. Melalui penilaian yang objektif dan profesional, pengawas turut memastikan kemampuan peserta dalam memahami pengetahuan agama Islam dapat terukur secara baik sesuai dengan kriteria penilaian yang ditetapkan.

Pada cabang CCA jenjang SD, dewan juri terdiri atas Suyono, Ratini, dan Ma’ruf Yuniarno. Sementara itu, pada jenjang SMP, penjurian dilaksanakan oleh Hindatul Latifah, Evi Effrisanti, dan Achmadi Sholihin.
Cabang CCA menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan pengetahuan keagamaan, ketangkasan berpikir, ketelitian, serta kemampuan peserta didik dalam menjawab persoalan secara tepat. Kompetisi ini juga mendorong tumbuhnya semangat belajar, sportivitas, dan kepercayaan diri siswa dalam menguasai materi Pendidikan Agama Islam.
Selain menjalankan tugas penjurian, keterlibatan pengawas PAI diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan agama di sekolah. Pengawas memiliki peran strategis dalam pembinaan, pendampingan, evaluasi, serta penguatan kualitas pembelajaran PAI. Oleh karena itu, pengalaman dalam kegiatan kompetisi seperti MTQ dapat menjadi bahan refleksi untuk melihat perkembangan kompetensi keagamaan peserta didik dan mendorong perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan.
Pengawas PAI menyambut positif penyelenggaraan MTQ sebagai ruang pengembangan potensi dan apresiasi terhadap kemampuan siswa. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang agar semakin banyak peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kecintaan terhadap nilai-nilai Al-Qur’an.

Ke depan, peningkatan kualitas penyusunan soal CCA, khususnya pada babak penyisihan dan semifinal, juga menjadi perhatian. Soal diharapkan semakin variatif dengan memperbanyak pertanyaan berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), serta mengintegrasikan aspek literasi dan numerasi. Penguatan ini penting agar kompetisi tidak hanya mengukur kemampuan mengingat materi, tetapi juga mengasah kemampuan memahami informasi, menganalisis persoalan, dan menerapkan pengetahuan dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Di samping itu, pengawas PAI berharap pelibatan pengawas dalam penyelenggaraan MTQ tidak terbatas pada tugas sebagai dewan juri maupun panitera. Akses terhadap informasi hasil kompetisi, termasuk data pemenang pada setiap cabang lomba, juga dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan tugas pembinaan dan evaluasi pendidikan agama.
Informasi tersebut dapat menjadi bahan pemetaan potensi dan capaian peserta didik, sekaligus membantu pengawas mengidentifikasi aspek pembelajaran yang perlu diperkuat. Dengan demikian, hasil MTQ tidak berhenti pada penetapan pemenang, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai masukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di sekolah.
Sinergi antara Kementerian Agama, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, satuan pendidikan, serta pengawas PAI diharapkan terus diperkuat. Kolaborasi ini menjadi modal penting untuk menghadirkan MTQ yang semakin berkualitas, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang berpengetahuan luas, berakhlak mulia, dan mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.



