Berita

Pengawas Madrasah Kawal Penguatan Kurikulum MTsN 1 Yogyakarta

Yogyakarta— Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ma’ruf Yuniarno menegaskan pentingnya dokumen kurikulum yang sistematis, terukur, dan implementatif dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran di madrasah. Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Review Draf Dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Tahun Ajaran 2026/2027 MTsN 1 Yogyakarta yang berlangsung di aula madrasah setempat, Rabu (13/5/2026).

Dalam arahannya, Ma’ruf memberikan sejumlah masukan strategis terkait penyempurnaan dokumen KTSP agar selaras dengan regulasi terbaru dan mudah diterapkan dalam pelaksanaan pembelajaran. Ia menekankan pentingnya penyusunan sistematika dokumen yang lengkap, mulai dari penataan struktur bab, penambahan daftar tabel dan lampiran, hingga penguatan indikator visi madrasah berbasis SMART (*Specific, Measurable, Achievable, Relevant,* dan *Time-bound*).

Menurutnya, indikator visi madrasah harus disusun secara jelas dan terukur sehingga dapat diterjemahkan ke dalam program kerja guru selama satu tahun pelajaran.

“Indikator visi harus mudah diukur agar implementasinya dapat dipantau secara nyata dalam pelaksanaan program pembelajaran dan peningkatan mutu madrasah,” ujarnya.

Peran pengawas madrasah dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya pembinaan dan pengawalan mutu pendidikan madrasah di lingkungan Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Tidak hanya melakukan supervisi administratif, pengawas madrasah juga hadir memberikan pendampingan akademik agar kurikulum benar-benar menjadi pedoman utama dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas, terarah, dan berorientasi prestasi.

Selain itu, Subkoordinator Kurikulum dan Kesiswaan (Kursis) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama DIY, Anita Isdarmini, turut memberikan penguatan terkait implementasi kurikulum di madrasah. Ia menekankan bahwa dokumen kurikulum tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif semata, tetapi harus dipahami dan dijalankan oleh seluruh guru dalam proses pembelajaran.

“Seluruh guru harus membedah kurikulum, menyusun strategi pencapaian target, serta menetapkan kontrak prestasi yang terukur,” tegas Anita.

Ia juga mendorong agar target prestasi madrasah diarahkan pada kompetisi yang diakui secara nasional, seperti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) maupun ajang yang tercatat di Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Sementara itu, Kepala MTsN 1 Yogyakarta, Musa Surahman, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas pendampingan dan masukan dari narasumber. Menurutnya, review kurikulum menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas dokumen KTSP sebagai landasan pelaksanaan pembelajaran di madrasah.

Melalui kegiatan tersebut, MTsN 1 Yogyakarta bersama pengawas madrasah dan Kanwil Kemenag DIY berkomitmen mewujudkan kurikulum yang adaptif, implementatif, dan mendukung peningkatan mutu serta prestasi madrasah secara berkelanjutan.(Ma’ruf)