Pengajian Forkompintren Danurejan, Asrofi Sampaikan Keutamaan Kejujuran

Yogyakarta, 10 September 2026 — Pengajian Forkompintren Danurejan pada Kamis 10 September 2026 berlangsung dengan penuh khidmat. Kegiatan keagamaan tersebut diisi oleh Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen, Asrofi, S.Ag., yang menyampaikan tausiyah dengan tema “Nabi Akan Berdampingan dengan Seorang Mukmin yang Jujur.”
Dalam tausiyahnya, Asrofi mengajak para peserta untuk menjadikan kejujuran sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam menjalankan tugas kedinasan, bermasyarakat maupun dalam kehidupan keluarga. Menurutnya, kejujuran bukan hanya sebatas berkata benar, tetapi juga kesesuaian antara hati, ucapan, dan perbuatan.
Asrofi menyampaikan bahwa pribadi yang jujur memiliki kedudukan yang mulia dalam ajaran Islam. Kejujuran akan melahirkan kepercayaan, ketenangan hati, serta menjadi jalan menuju kebaikan. Sebaliknya, kebiasaan berdusta dapat merusak kepercayaan dan menjauhkan seseorang dari nilai-nilai akhlak yang diajarkan Rasulullah ﷺ.
“Kejujuran adalah modal utama dalam membangun kehidupan yang harmonis. Ketika seseorang membiasakan dirinya jujur, maka ia akan dipercaya oleh manusia dan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT,” tutur Asrofi.
Ia juga mengingatkan bahwa Rasulullah ﷺ merupakan teladan utama dalam hal kejujuran. Gelar Al-Amin yang disematkan masyarakat Makkah kepada Nabi Muhammad ﷺ menjadi bukti bahwa kejujuran telah melekat dalam diri beliau bahkan sebelum diangkat menjadi Rasul.
Lebih lanjut, Asrofi mengajak jajaran Forkompintren untuk terus menumbuhkan budaya kejujuran dalam pelayanan kepada masyarakat. Kejujuran dalam bekerja, menurutnya, merupakan bagian dari ibadah dan bentuk tanggung jawab kepada Allah SWT.
“Kalau kita ingin dekat dengan Rasulullah ﷺ, mari kita mulai dari perkara sederhana: berkata benar, menepati janji, amanah dalam menjalankan tugas, dan tidak mengambil hak orang lain,” pesannya.
Pengajian tersebut menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan akhlak di tengah kesibukan menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Melalui pengajian rutin, diharapkan terjalin kebersamaan sekaligus tumbuh semangat untuk menghadirkan pelayanan publik yang amanah, jujur, dan berintegritas.[sams]



