Pembinaan di Krapyak, Penyuluh Gondomanan Didorong Jadi Agen Perubahan Berbasis Moderasi Beragama

Yogyakarta — Dalam rangka memperkuat peran dan fungsi di tengah masyarakat, seluruh jajaran Penyuluh Agama Islam dari Kemantren Gondomanan mengikuti kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Islam se-Kota Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung khidmat pada Rabu (29/4/2026) di Aula G Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak.
Agenda strategis ini diikuti oleh seluruh penyuluh agama Islam, baik fungsional maupun non-fungsional dari berbagai wilayah di Kota Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kapasitas, profesionalitas, serta penguatan peran penyuluh sebagai ujung tombak Kementerian Agama di tengah masyarakat.
Pembinaan menghadirkan dua narasumber utama dari Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta memberikan arahan terkait kebijakan makro, khususnya penguatan moderasi beragama serta peran strategis penyuluh dalam menjaga harmoni sosial. Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Islam memfokuskan materi pada penguatan administrasi, optimalisasi penyuluhan berbasis digital, serta evaluasi program kerja di lapangan.
Pemilihan Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak sebagai lokasi kegiatan menghadirkan nuansa spiritual yang kuat. Para penyuluh diharapkan mampu menyerap semangat keilmuan dan pengabdian dari pesantren bersejarah tersebut untuk kemudian diterapkan di wilayah binaan masing-masing, khususnya di Gondomanan.
“Penyuluh bukan sekadar pemberi informasi, tetapi penggerak perubahan di masyarakat. Di tempat yang penuh berkah ini, kita perbarui niat dan kompetensi kita,” ungkap Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta dalam sambutannya.
Melalui kegiatan ini, para penyuluh diharapkan semakin adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan zaman dalam memberikan layanan keagamaan yang berkualitas serta berdampak langsung bagi masyarakat. (Tim Humas KUA Gondomanan)



