Berita

Pasca MTQ SD Tingkat Kemantren, Penyuluh KUA Gedongtengen Bina Juara Lomba Adzan Menuju MTQ Tingkat Kota

Yogyakarta — Semangat pembinaan generasi Qur’ani terus dilakukan Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen pasca pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat SD se-Kemantren Gedongtengen. Salah satunya dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen, Asrofi, S.Ag., yang ikut andil dalam membina peserta yang berhasil meraih juara lomba adzan untuk dipersiapkan mengikuti MTQ tingkat Kota Yogyakarta.

Pembinaan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan peserta agar lebih matang ketika tampil di tingkat kota. Tidak hanya dari aspek hafalan dan kelancaran lafaz adzan, pembinaan juga diarahkan pada ketepatan makhraj, tajwid, irama, adab, penghayatan, serta keberanian dan ketenangan ketika berada di hadapan dewan juri.

Asrofi memberikan motivasi kepada peserta agar tidak menjadikan keberhasilan meraih juara di tingkat Kemantren sebagai akhir perjuangan. Sebaliknya, prestasi tersebut menjadi langkah awal untuk terus belajar, berlatih, dan meningkatkan kemampuan.

“Juara bukan sekadar tentang mendapatkan piala, tetapi bagaimana anak-anak memiliki semangat mencintai Al-Qur’an, membiasakan diri mengumandangkan adzan dengan baik, serta berani menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujar Asrofi dalam pembinaan.

Menurutnya, persiapan menuju tingkat Kota Yogyakarta membutuhkan kesungguhan dan latihan yang konsisten. Peserta perlu menjaga kualitas suara, memperhatikan panjang pendek bacaan, ketepatan pelafalan setiap kalimat adzan, sekaligus membangun rasa percaya diri.

Pembinaan juga menjadi wujud sinergi KUA Gedongtengen dalam mendukung pendidikan keagamaan sejak usia sekolah dasar. Melalui peran penyuluh agama, anak-anak tidak hanya diarahkan untuk berprestasi dalam perlombaan, tetapi juga diharapkan tumbuh menjadi generasi yang dekat dengan masjid, mencintai syiar Islam, dan memiliki akhlak yang baik.

Pasca gelaran MTQ tingkat SD se-Kemantren Gedongtengen, perhatian terhadap peserta berprestasi menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pembinaan. Mereka yang terpilih mewakili Kemantren Gedongtengen akan mendapatkan pendampingan agar semakin siap menghadapi kompetisi di tingkat Kota Yogyakarta.

KUA Gedongtengen berharap pembinaan tersebut dapat memberikan bekal yang bermanfaat bagi peserta. Lebih jauh, pengalaman mengikuti MTQ diharapkan menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus belajar Al-Qur’an dan mengembangkan potensi keagamaan sejak dini.

Dengan semangat “berprestasi, berani tampil, dan mencintai Al-Qur’an”, Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen terus mengambil bagian dalam menyiapkan generasi Qur’ani yang mampu membawa nama baik sekolah dan Kemantren Gedongtengen pada MTQ tingkat Kota Yogyakarta.[sams]

Leave a Reply