Berita

PAIF Tegalrejo Bimbing WBP Lapas Baca Al-Qur’an: Dari Buta Huruf Hijaiyah Hingga Cinta Al-Qur’an

Yogyakarta (KUA Tegalrejo) – Sentuhan dakwah yang penuh kasih kembali ditunjukkan oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Kemantren Tegalrejo, Kusmanto, S.Ag. Di balik jeruji Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), cahaya Al-Qur’an dihadirkan untuk membimbing Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Melalui program Madrasah Al Qur’an Al Fajar di Lapas Kelas IIA Yogyakarta, PAIF KUA Tegalrejo, Kusmanto, S.Ag secara rutin melakukan bimbingan baca Al-Qur’an bagi para WBP, Kamis (15/10/2026).

Program ini menjadi wujud nyata dari kolaborasi antara Kementerian Agama Kota Yogyakarta dengan Lapas Kelas IIA Yogyakarta dalam rangka pembinaan kepribadian warga binaan.

“Kami tidak hanya mengajarkan cara membaca Al-Qur’an, tapi kami mengajak mereka untuk kembali menemukan jati diri, menemukan kedamaian. Banyak dari mereka yang awalnya tidak mengenal huruf hijaiyah sama sekali, bahkan ada yang baru pertama kali memegang Iqra’ di dalam Lapas,” ujar PAIF KUA Tegalrejo.

Dalam pelaksanaannya, metode yang digunakan adalah metode Iqra’ dan Tartil dengan pendekatan personal dan penuh kesabaran. Para WBP dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai kemampuannya, mulai dari kelompok pra Iqra’ (pengenalan huruf), Iqra’ 1-6, hingga kelompok Al-Qur’an dan Tahsin.

PAIF KUA Tegalrejo menambahkan bahwa bimbingan baca Qur’an ini adalah pintu utama untuk perubahan.

“Kita percaya, ketika seseorang sudah dekat dengan Al-Qur’an, hatinya akan menjadi lunak. Al-Qur’an inilah yang akan menjadi sahabat, penenang, dan pengingat saat mereka berada di sini, bahkan menjadi bekal cahaya saat nanti mereka kembali ke masyarakat. Tugas kami adalah memastikan tidak ada WBP yang buta Al-Qur’an,” jelasnya.

Pihak Lapas Kelas IIA Yogyakarta menyambut baik dan mengapresiasi peran aktif PAIF KUA Tegalrejo ini. Pembinaan keagamaan, khususnya baca Al-Qur’an, dinilai sangat efektif dalam membentuk karakter, menekan angka pelanggaran di dalam Lapas, serta meningkatkan spiritualitas warga binaan.

Kegiatan ini sejalan dengan program Revitalisasi KUA yang mendorong Penyuluh Agama Islam untuk hadir di semua lini masyarakat, termasuk kelompok marginal dan kelompok rentan seperti WBP di Lapas. KUA Tegalrejo berkomitmen untuk terus membersamai, membimbing dengan hati, agar para WBP tidak merasa sendiri dan tetap memiliki harapan untuk menjadi manusia yang bermanfaat.

Dari balik jeruji besi, lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an terus menggema, menjadi bukti bahwa hidayah Allah bisa datang di mana saja, dan pintu taubat selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin kembali. (Kus)

#KUATegalrejo
#PenyuluhAgama
#LapasYogyakarta
#BimbinganQuran
#KemenagKotaYogyakarta

Leave a Reply