Optimalisasi Digitalisasi Arsip: KUA Jetis Selenggarakan Bimtek SRIKANDI Hadirkan Arsiparis Kemenag Kota Yogyakarta

KUA Kemantren Jetis kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas tata kelola administrasi melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi), bertempat di aula KUA Jetis pada hari Jum’at, 21 November2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh ASN KUA Jetis dengan tujuan memperkuat implementasi digitalisasi arsip dan sistem persuratan elektronik.
Dalam kegiatan tersebut, KUA Jetis menghadirkan narasumber dari Arsiparis Kemenag Kota Yogyakarta, Laily Mutiah, S. H., M. M., dan Niken Dyan Kusumastuti, S. Kom., yang menyampaikan materi secara komprehensif terkait tata kelola persuratan berbasis digital, alur disposisi, klasifikasi arsip, hingga standar penomoran naskah dinas yang sesuai regulasi. Pemahaman ini menjadi penting untuk memastikan setiap proses administrasi di KUA berjalan efektif, akuntabel, dan terdokumentasi dengan baik sesuai standar nasional kearsipan.
Kepala KUA Jetis, Muhammad Fauzan Fatkhullah, S.H.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa tuntutan transformasi digital menuntut aparatur negara untuk adaptif, terampil, dan responsif terhadap perkembangan sistem administrasi modern. Melalui pelaksanaan Bimtek SRIKANDI ini diharapkan seluruh pegawai dapat meningkatkan kompetensi dan mampu mengimplementasikan digitalisasi arsip secara optimal dalam pelaksanaan tugas pelayanan masyarakat.
Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi pemaparan dan praktik langsung penggunaan aplikasi, mulai dari pembuatan surat masuk–keluar, upload dokumen, hingga manajemen disposisi elektronik. Narasumber juga menekankan pentingnya kedisiplinan administrasi dalam menginput dokumen serta memastikan keamanan dan kerahasiaan arsip digital.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan evaluasi yang menghasilkan beberapa rekomendasi untuk mempercepat implementasi aplikasi SRIKANDI di lingkungan KUA Jetis, di antaranya pembiasaan penggunaan aplikasi pada setiap persuratan, peningkatan koordinasi internal, serta monitoring berkala untuk memastikan pelayanan berbasis digital benar-benar berjalan sesuai standar.
Dengan terselenggaranya Bimtek ini, KUA Jetis berharap mampu menghadirkan pelayanan keagamaan dan administrasi publik yang lebih cepat, efisien, transparan, dan profesional sejalan dengan agenda transformasi digital Kementerian Agama.[ismi]


