Berita

Nabielah, Murid MAN 1 Yogyakarta, Lolos Top 30 Nasional OMI Riset 2026

Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Prestasi membanggakan kembali diraih murid MAN 1 Yogyakarta. Nabielah Nihlatul Maula, murid kelas XII F, berhasil lolos dalam seleksi proposal Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Riset 2026 bidang Sustainable Development Goals (SDGs) dan masuk dalam jajaran Top 30 Nasional.

 

Dalam ajang tersebut, Nabielah mengangkat riset berjudul “GELEMORA: Biomarker Digital Multibiosinyal Berbasis Baseline Individual untuk Deteksi Dini Stres Murid Madrasah.” Riset ini berfokus pada pengembangan sistem deteksi dini stres yang lebih personal dan akurat bagi murid.

 

GELEMORA menggabungkan tiga biosinyal, yaitu aktivitas elektrik kulit atau Galvanic Skin Response (GSR), variabilitas detak jantung atau Heart Rate Variability (HRV), dan suhu kulit. Ketiga indikator tersebut dihubungkan dengan mikrokontroler ESP32-C3 untuk membantu mendeteksi perubahan kondisi fisiologis yang berkaitan dengan stres.

 

Keunggulan GELEMORA terletak pada penggunaan baseline individual. Sistem tidak hanya menggunakan nilai fisiologis absolut yang disamaratakan, tetapi mengukur perubahan relatif berupa delta dan z-score dari kondisi tubuh setiap individu dibandingkan dengan kondisi tenangnya masing-masing. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan deteksi stres yang lebih personal dan akurat.

 

Ide penelitian tersebut berawal dari keprihatinan Nabielah terhadap persoalan kesehatan mental pada remaja Indonesia serta masih terbatasnya akses terhadap penanganan.

 

“Saya memilih mengikuti OMI Riset 2026 bidang SDGs karena terdorong untuk menghadirkan solusi berbasis riset yang aplikatif terhadap isu keberlanjutan di tingkat lokal. Saya ingin gagasan yang dirancang tidak berhenti sebagai karya akademis semata, tetapi mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat,” ungkap Nabielah.

 

Tahapan OMI Riset 2026 yang telah dilalui Nabielah dimulai dengan pengumpulan proposal pada 1 September 2026. Proposal tersebut kemudian melalui proses seleksi hingga terpilih sebagai salah satu Top 30 Nasional. Selanjutnya, pada 10 September 2026, para peserta Top 30 Nasional mempresentasikan hasil proposal di hadapan dewan juri sesuai bidang masing-masing.

 

Dalam proses persiapan, Nabielah menghadapi tantangan ketika hasil uji pendahuluan menunjukkan tingkat akurasi yang masih rendah. Namun, tantangan tersebut justru menjadi titik balik dalam pengembangan risetnya.

 

“Saya sempat menghadapi tantangan rendahnya akurasi pada uji pendahuluan. Namun, kendala tersebut justru menjadi titik balik untuk menemukan metode pengukuran relatif yang jauh lebih presisi,” tutur Nabielah.

 

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi capaian yang diraih Nabielah.

“Capaian Nabielah dalam OMI Riset 2026 menunjukkan bahwa murid MAN 1 Yogyakarta mampu menghadirkan gagasan penelitian yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan nyata di lingkungan sekitar,” ujar Edi.

 

Keberhasilan Nabielah lolos Top 30 Nasional OMI Riset 2026 menunjukkan bahwa riset di lingkungan madrasah dapat diarahkan untuk menjawab tantangan nyata, termasuk isu kesehatan dan keberlanjutan. Melalui GELEMORA, Nabielah tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik dan teknis, tetapi juga berupaya menghadirkan inovasi yang berorientasi pada kemanfaatan bagi generasi muda. (mzs)

Leave a Reply