Musyawarah Pokjaluh Kota Yogyakarta 2026, Pilih Formatur Kepengurusan Baru

Sleman (7 Juli 2026) – Sebanyak 95 Penyuluh Agama Islam dari total 104 penyuluh di lingkungan Kementerian Agama Kota Yogyakarta mengikuti Musyawarah Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kota Yogyakarta Tahun 2026 yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Jaka Garong, Turi, Sleman, pada Selasa (7/7/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia penyuluh agama, serta memilih kepengurusan Pokjaluh Kota Yogyakarta untuk masa bakti 2026–2029.
Acara diawali dengan kegiatan Outbound Capacity Building yang dipandu oleh M. Mahlani bersama tim instruktur. Berbagai permainan edukatif dan simulasi kerja sama tim diberikan untuk membangun komunikasi, kekompakan, kepemimpinan, serta semangat kolaborasi di antara para penyuluh agama.
Suasana penuh semangat dan kebersamaan tampak mewarnai seluruh rangkaian outbound. Melalui kegiatan tersebut diharapkan para penyuluh semakin solid dalam menjalankan tugas sebagai garda terdepan Kementerian Agama dalam memberikan pembinaan dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Usai kegiatan outbound, musyawarah dilanjutkan dengan agenda utama, yaitu pemilihan Tim Formatur Pengurus Pokjaluh Kota Yogyakarta Periode 2026–2029. Pemilihan berlangsung secara demokratis, langsung, umum, bebas, dan transparan dengan partisipasi aktif seluruh peserta yang hadir.
Berdasarkan hasil penghitungan suara, diperoleh tujuh calon dengan suara terbanyak sebagai Tim Formatur, yaitu:
1. Samsul Ma’arif – 80 suara
2. Ismiyati – 61 suara
3. Eko Agus Wibowo – 50 suara
4. Suparman – 48 suara
5. Siti Daimah – 39 suara
6. Saifurrahman – 39 suara
7. Berlin Sunardi – 36 suara
Ketujuh formatur selanjutnya akan melaksanakan musyawarah untuk menyusun struktur kepengurusan Pokjaluh Kota Yogyakarta Periode 2026–2029 sesuai mekanisme organisasi yang berlaku.
Musyawarah Pokjaluh Tahun 2026 diharapkan menjadi titik awal lahirnya kepengurusan baru yang mampu membawa organisasi semakin profesional, adaptif, inovatif, dan kolaboratif dalam mendukung program-program prioritas Kementerian Agama. Dengan semangat kebersamaan dan pelayanan, Pokjaluh Kota Yogyakarta diharapkan terus meningkatkan kualitas pembinaan umat serta memperkuat peran penyuluh agama sebagai agen moderasi beragama, pemberdayaan masyarakat, dan transformasi layanan keagamaan.[sams]


