Murid MAN 1 Yogyakarta Perkaya Wawasan Budaya di Pura Ulun Danu Beratan

Bali (MAN 1 Yogya) – Pura Ulun Danu Beratan, Bedugul juga merupakan destinasi kegiatan Studi Budaya MAN 1 Yogyakarta yang cukup menarik di Bali. Kunjungan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual untuk mengenal nilai spiritual, filosofi kehidupan, serta hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan dalam budaya Bali.
Pura Ulun Danu Beratan merupakan salah satu pura penting di Bali yang berfungsi sebagai tempat pemujaan Dewi Danu, Dewi Air, Danau, serta Kesuburan. Pura ini juga menjadi simbol penting dalam sistem subak, yaitu sistem irigasi tradisional Bali yang mencerminkan kearifan lokal dalam mengelola alam secara berkelanjutan.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kunjungan ke Pura Ulun Danu Beratan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi murid. “Pura Ulun Danu Beratan mengajarkan nilai keseimbangan dan rasa syukur terhadap alam. Melalui kunjungan ini, murid belajar menghargai perbedaan keyakinan sekaligus memahami kearifan lokal yang menjaga harmoni kehidupan,” ujar Edi.

Keindahan arsitektur pura yang menyatu dengan Danau Beratan menjadi media pembelajaran visual tentang filosofi Hindu Bali yang dikenal dengan konsep Tri Hita Karana, yaitu keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.
Ketua Studi Budaya MAN 1 Yogyakarta, Epa Wira Darmawan, S.Pd., menekankan pentingnya pembelajaran langsung di situs budaya. “Pembelajaran di Pura Ulun Danu Beratan membantu murid memahami budaya dan spiritualitas Bali secara utuh. Mereka tidak hanya melihat keindahan pura, tetapi juga mempelajari nilai dan makna yang terkandung di dalamnya,” jelas Edi.
Melalui kunjungan ini, murid MAN 1 Yogyakarta diharapkan semakin memiliki sikap toleran, kesadaran ekologis, serta apresiasi terhadap kekayaan budaya dan spiritual Nusantara sebagai bagian dari identitas bangsa. (luf)



