Berita

MT Belajar Ngaji Bareng, Penyuluh Agama KUA Danurejan Dampingi Jamaah Langgar Al-Mukhayat

Yogyakarta (KUA Danurejan) – Semangat belajar membaca Al-Qur’an terus tumbuh di tengah masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan MT Belajar Ngaji Bareng yang diikuti jamaah Langgar Al-Mukhayat, Tukangan, Tegal Panggung, Danurejan, Kota Yogyakarta, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan tersebut mendapat pendampingan dari Penyuluh Agama Islam KUA Danurejan, Uswatun Hasanah, S.Pd., yang secara rutin memberikan bimbingan kepada para jamaah setiap Jumat. Pembelajaran dilaksanakan setelah salat Magrib hingga menjelang azan Isya, sekitar pukul 17.45–18.45 WIB.

Dalam kegiatan ini, jamaah mendapatkan bimbingan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, termasuk memperbaiki pelafalan, panjang-pendek bacaan, serta memahami kaidah dasar ilmu tajwid. Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar bersama yang tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menumbuhkan kecintaan dan kedekatan jamaah dengan Al-Qur’an.

Uswatun Hasanah menyampaikan bahwa belajar membaca Al-Qur’an merupakan amalan penting yang dapat memberikan ketenangan, ketenteraman, dan kesejukan hati. Selain itu, membaca Al-Qur’an merupakan ibadah yang bernilai pahala di sisi Allah SWT.

“Belajar membaca Al-Qur’an tidak pernah ada kata terlambat. Meskipun usia sudah tidak muda dan kemampuan membaca masih perlu diperbaiki, termasuk dalam hal panjang-pendek bacaan, semuanya dapat dipelajari secara bertahap,” ungkapnya.

Semangat para jamaah, khususnya ibu-ibu Langgar Al-Mukhayat, patut diapresiasi. Mereka tetap antusias belajar dan berlatih agar mampu membaca Al-Qur’an dengan lebih baik, lancar, dan sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.

Kegiatan Belajar Ngaji Bareng sekaligus menjadi bagian dari upaya menghidupkan semangat Gemar Magrib Mengaji di tengah masyarakat. Waktu setelah Magrib dimanfaatkan untuk belajar, memperbaiki bacaan, sekaligus mempererat silaturahmi antarsesama jamaah.

Mari gemar Magrib mengaji. Jangan sampai Al-Qur’an kita berdebu. Yuk, kita belajar ngaji, supaya dadi wong aji,” ajak Uswatun.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna tersebut, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terdorong untuk terus belajar membaca Al-Qur’an tanpa memandang usia maupun tingkat kemampuan. Sebab, setiap langkah untuk mendekat kepada Al-Qur’an merupakan bagian dari ikhtiar membangun kehidupan yang lebih tenang, tenteram, dan penuh keberkahan.[Ara_Uswatun]

Leave a Reply