Artikel

Mind Mapping Dorong Murid MAN 1 Yogyakarta Mahir Menulis Argumentative Text

Kemampuan menulis merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi murid, tidak hanya untuk kepentingan akademik, tetapi juga sebagai sarana berpikir kritis dan menyampaikan gagasan secara logis. Melalui kegiatan menulis, murid belajar menyusun pendapat, memberikan alasan yang kuat, serta bertanggung jawab atas ide yang mereka sampaikan. Oleh karena itu, pembelajaran menulis perlu dikemas dengan metode yang mampu membantu murid mengembangkan ide secara terstruktur dan sistematis.

Salah satu upaya tersebut dilakukan dalam pembelajaran Argumentative Text di Kelas XII yang dipandu oleh Widyastuti Fatimah, S. Pd, guru Bahasa Inggris kelas XII. Pada pembelajaran ini, guru menerapkan metode mind mapping dengan materi bertema E-Money , tema yang dekat dengan kehidupan digital murid sehari-hari. Pembelajaran saat ini berlangsung di kelas XII E, pada hari Rabu, 7 Januari 2026 jam ke 7-8

Menurut Widyastuti, metode mind mapping membantu murid menyusun ide secara lebih runtut sebelum dituangkan ke dalam bentuk teks utuh.“Mind mapping membuat murid lebih mudah memetakan gagasan utama dan pendukungnya. Dari peta ide tersebut, mereka dapat mengembangkan argument secara logis dan berurutan,” jelas Widyastuti. Menurut Widyastuti lagi, tujuan utama pembelajaran ini adalah agar murid mampu menuangkan argument dalam sebuah teks argumentative bertema E – Money secara jelas dan sistematis.

Awal pembelajaran, Widyastuti telah mengenalkan tentang teks argumentatif serta seluk beluk E-Money. Pada pelaksanaan pembelajaran, murid diberikan beberapa alternatif judul teks yang berbeda-beda terkait E- Money seperti ‘The effect of E- Money to the Economical Growth’ atau ‘The Attitudes of Old People to the Existence of E-Money’. Mereka kemudian diminta menuangkan gagasan ke dalam bentuk mind mapping yang di dalamnya memuat thesis, arguments, dan reiteration atau conclusion. Selain itu, murid juga diminta untuk menuliskan struktur teks yang sesuai dengan teks argumentatif. Proses pembelajaran dilakukan dengan teknik work in pairs, sehingga murid dapat berdiskusi, bertukar ide, dan saling melengkapi pemikiran satu sama lain.

Hasil yang diperoleh menunjukkan perkembangan yang signifikan. Murid menjadi lebih mudah mengembangkan kalimat maupun paragraf sehingga membentuk teks argumentatif yang padu. Widyastuti mencatat bahwa banyak murid, terutama yang sudah mahir menulis, mampu mengembangkan ide yang melampaui teman-temannya dengan menerapkan metode Mund-Mapping ini. Sementara itu, murid yang sebelumnya mengalami kesulitan justru terbantu karena mind mapping memberi gambaran visual tentang alur berpikir yang harus mereka bangun.

Selain meningkatkan keterampilan menulis, kegiatan ini juga memberikan manfaat lain. Mind mapping dapat digunakan sebagai alat bantu presentasi, terutama bagi murid yang kurang terampil berbicara di depan umum. Dengan ide yang sudah tersusun rapi, murid menjadi lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapatnya.

Melalui pembelajaran ini, murid Kelas 12 E tidak hanya berlatih menulis teks argumentatif, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, dan bekerja sama. Kompetensi penting yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan akademik dan sosial di era digital. (luf)

Leave a Reply