MGuru Multimedia MAN 2 Yogyakarta, Raih Juara 2 Nasional Best Practice MAN Plus Keterampilan Kemenag RI


Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Prestasi kembali mewarnai MAN 2 Yogyakarta, khususnya dari Program MAN Plus Keterampilan Multimedia. Muhammad Hardiyanto, S.Kom., guru TIK dan Multimedia yang selama ini dikenal sebagai inovator pembelajaran kreatif, berhasil meraih Juara 2 Guru Praktik Baik dalam ajang MAN Plus Keterampilan Kementerian Agama RI Tahun 2025.
Penghargaan bergengsi ini diraih melalui laporan best practice berjudul “MY TOMKEY Mandaya DIY Custom Keychain”, sebuah karya yang tidak hanya menonjol secara teknis, tetapi juga kuat dalam dampak pembelajaran. Dalam laporannya, Hardiyanto menguraikan bagaimana pembelajaran desain grafis dapat dihidupkan melalui proyek nyata: siswa diminta merancang gantungan kunci dan pin custom mulai dari proses pemotretan model, pengolahan gambar menggunakan aplikasi profesional seperti Photoshop, CorelDraw, hingga teknik pencetakan produk yang siap dijual.
Model pembelajaran berbasis proyek tersebut tidak berhenti pada proses desain saja. Hardiyanto memperluas cakupannya dengan mengintegrasikan digital marketing, yaitu bagaimana siswa mempromosikan hasil karya melalui Instagram, TikTok, dan media sosial madrasah. Siswa juga dilatih memahami engagement, pembentukan personal branding madrasah, serta strategi visual agar produk memiliki nilai jual tinggi. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga memahami alur bisnis kreatif seperti pemesanan, produksi, hingga layanan pelanggan.
“Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang hidup di tengah-tengah siswa,” ungkap Kepala MAN 2 Yogyakarta. “Prestasi ini membuktikan bahwa program Keterampilan Multimedia MAN 2 Yogyakarta mampu melahirkan kegiatan belajar yang kreatif, aplikatif, dan berdampak nyata. Ini bukan hanya kemenangan guru, tetapi kemenangan seluruh ekosistem madrasah.”
Laporan best practice tersebut juga menonjol karena menekankan nilai karakter dan spiritualitas, bahwa berkarya adalah bentuk ibadah dan dakwah melalui kekuatan visual. Karya-karya siswa kemudian dipamerkan dalam berbagai expo, dijual sebagai merchandise madrasah, bahkan mendapat pesanan dari instansi lain. Ini menjadi bukti bahwa pembelajaran keterampilan dapat membangun kemandirian sekaligus membuka peluang usaha bagi peserta didik.
Ajang MAN Plus Keterampilan Kemenag RI menjadi wadah apresiasi nasional bagi guru-guru madrasah yang memiliki inovasi terbaik. Keberhasilan Hardiyanto mempertegas posisi MAN 2 Yogyakarta sebagai madrasah rujukan dalam pengembangan keterampilan multimedia yang modern, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan era digital.
Dengan capaian ini, madrasah berharap semangat inovasi terus tumbuh dan menjadi budaya. MAN 2 Yogyakarta berkomitmen melahirkan generasi santri yang cakap teknologi, kreatif, produktif, dan berdaya saing, serta siap menjadi pelaku industri kreatif masa depan.


