Metode 3A dalam Aksi, Kegiatan Sambung Ayat Al-Quran Rutin RA Alkhairaat Tegalrejo

Yogyakarta – Suasana khidmat menyelimuti pelataran Masjid Baiturrahman pagi ini, rabu 4 febuari 2026. Beberapa siswa RA Alkhairaat Tegalrejo tampak berkumpul untuk mengikuti kegiatan yang menjadi ciri khas sekolah dalam membentuk karakter generasi masa depan.

Kegiatan ini difokuskan pada metode sambung ayat Al-Qur’an, yang secara spesifik menguji hafalan para siswa pada Surah Ad-Duha dan Surah Al-Balad. Dengan penuh antusias, para siswa berbaris rapi di dalam masjid yang terletak tepat di depan sekolah mereka, siap menunjukkan kemampuan hafalan yang telah dipelajari selama ini.
Pelaksanaan sambung ayat ini dilakukan secara bergantian, di mana guru mengajar yang akan memulai potongan ayat dan siswa lainnya harus melanjutkan dengan tepat tanpa terputus. Metode ini bukan sekadar rutinitas pagi, melainkan sebuah strategi edukasi yang komprehensif untuk melatih daya ingat jangka panjang dan tingkat konsentrasi anak usia dini. Dengan menuntut siswa untuk menyimak setiap lantunan ayat dari temannya secara saksama, sekolah sedang membangun pondasi ketelitian dan kesabaran yang sangat tinggi dalam diri setiap individu.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penerapan pilar pendidikan utama di sekolah, di mana RA Alkhairaat berhasil mengintegrasikan nilai 3A (Akademik, Akhlak, dan Al-Qur’an) ke dalam satu rangkaian kegiatan yang harmonis. Secara Akademik, anak-anak dilatih kecerdasan linguistik dan kemampuan menghafalnya; dari sisi Akhlak, mereka belajar adab saat berada di masjid serta bagaimana menghargai rekan yang sedang berbicara; dan melalui kedekatan dengan Al-Qur’an, ruh spiritual mereka dipupuk agar tumbuh menjadi pribadi yang religius dan mencintai kitab sucinya sejak usia dini.
Selain aspek kognitif, tampil di depan rekan-rekan sebaya dalam lingkungan masjid yang sakral terbukti mampu memupuk rasa percaya diri dan keberanian mental para siswa. Interaksi yang terjadi selama proses sambung ayat menciptakan suasana belajar yang kolaboratif, menjauhkan kesan kompetisi yang kaku dan menggantinya dengan semangat saling mendukung dalam kebaikan. Para guru pendamping dengan telaten mengarahkan artikulasi atau makhorijul huruf siswa, memastikan bahwa setiap kata yang diucapkan tidak hanya benar secara hafalan, tetapi juga tepat secara kaidah tajwid.
Sebagai penutup, kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Baiturrahman ini menjadi bukti nyata komitmen RA Alkhairaat Tegalrejo dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang seimbang. Kesimpulannya, melalui pembiasaan rutin sambung ayat ini, sekolah tidak hanya berhasil meningkatkan kualitas hafalan siswa pada Surah Ad-Duha dan Al-Balad, tetapi juga berhasil menanamkan karakter disiplin, religius, dan keberanian yang kuat. Sinergi antara kecerdasan intelektual dan kematangan spiritual ini diharapkan mampu menjadi bekal kokoh bagi para siswa saat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (rls)



