Mengambil Makna Kisah Qarun pada Masa Kini, Penyuluh Agama Gondokusuman Ajak Umat Waspada Fitnah Harta

Yogyakarta (KUA Gondokusuman) Kisah Qarun dalam Al-Qur’an kembali diangkat sebagai bahan renungan di era modern. Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini, Kusmanto, S.Ag, Penyuluh Agama Islam KUA Gondokusuman Yogyakarta mengajak umat untuk mengambil ibrah dan pelajaran dari kisah tersebut agar tidak terjerumus dalam fitnah harta.
Hal ini disampaikan pada Siraman Rohani Agama Islam (SRI) RRI Yogyakarta yang akan tayang pada Ahad 23 Agustus 2026 pukul 17.00 – 17.30 WIB, adapun oengambilan rekaman dilakukan pada Rabu (19/8/2026).
Dalam materinya, Penyuluh Agama menjelaskan bahwa Qarun adalah sosok kaya raya dari kaum Nabi Musa AS yang diberi nikmat melimpah oleh Allah. Namun karena sombong, kikir, dan tidak mau bersyukur, hartanya justru menjadi sebab kehancurannya.
“Qarun ditenggelamkan bukan karena hartanya, tapi karena kesombongan dan tidak mau berzakat. Inilah pelajaran penting bagi kita di masa kini,” tegas penyuluh.
Lebih lanjut dijelaskan, di era sekarang fitnah harta bisa datang dalam berbagai bentuk. Mulai dari gaya hidup hedonis, korupsi, riba, hingga pamer kekayaan di media sosial yang menimbulkan iri dengki dan kesenjangan sosial.
Ada 3 hikmah utama yang bisa kita ambil dari kisah Qarun:
1. Syukur: Harta adalah titipan Allah. Wajib digunakan untuk ibadah, zakat, dan membantu sesama QS. Al-Qash: 77
2. Tawadhu’: Jangan sombong dengan jabatan dan kekayaan. Karena semua akan dimintai pertanggungjawaban.
3. Dermawan: Perbanyak sedekah. Harta yang disedekahkan itulah yang akan menyelamatkan kita di akhirat.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Kepala KUA Gondokusuman Kota Yogyakarta melalui para penyuluh yang terus hadir memberikan pencerahan kepada masyarakat melalui media Radio Republik Indonesia, yang jangkauan siarannya luas.
“Semoga dengan mengupas kisah-kisah Al-Qur’an seperti Qarun ini, jamaah/pendengar semakin sadar bahwa kebahagiaan bukan diukur dari banyaknya harta, tapi dari keberkahan dan ketaatan,” ujarnya.
Penguatan literasi Al-Qur’an melalui kisah-kisah adalah salah satu strategi dakwah penyuluh.
“Tujuannya agar umat tidak hanya tahu sejarah, tapi bisa mengaitkannya dengan persoalan kekinian. Agar kita semua selamat dunia dan akhirat,” pungkasnya. (Kus)
#PenyuluhAgama #KemenagYogyakarta #KisahQarun #Dakwah #Ibrah


