MAN 2 Yogyakarta Perkuat Tipologi Riset, Tiga Siswi Raih Gold Medal Karya Tulis Ilmiah Nasional UNY

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Budaya riset dan inovasi terus tumbuh kuat di lingkungan MAN 2 Yogyakarta. Komitmen madrasah dalam mengembangkan tipologi riset kembali membuahkan prestasi membanggakan melalui keberhasilan tiga siswi MAN 2 Yogyakarta meraih Gold Medal dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional MARS#13 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Kompetisi tingkat nasional tersebut diselenggarakan pada Sabtu (09/05/2026) di Fakultas MIPA UNY dan diikuti peserta dari berbagai sekolah unggulan di Indonesia. Tiga siswi MAN 2 Yogyakarta yang berhasil meraih medali emas tersebut ialah Tsabita Shafa Atahardani (XI E), Nida Izza Nurussyifa (XI D), dan Khumaira Nafla Miftahhusna (XI E).
Dalam kompetisi tersebut, ketiganya mengangkat penelitian berjudul “Pengembangan Sistem Pertahanan Pangan melalui Penerapan Teknologi IoT pada Sistem Pengendali Hama Padi Bertenaga Surya”. Penelitian ini menawarkan solusi inovatif bagi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) berbasis energi surya untuk membantu mengendalikan hama wereng dan tikus di area persawahan.
Melalui alat yang dikembangkan tersebut, para petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hasil panen sekaligus mengurangi risiko gagal panen akibat serangan hama. Inovasi ini juga dinilai relevan dengan tantangan ketahanan pangan dan pengembangan teknologi ramah lingkungan di era modern.
Prestasi tersebut menjadi bukti nyata berkembangnya budaya literasi ilmiah dan ekosistem riset di MAN 2 Yogyakarta. Madrasah tidak hanya mendorong peserta didik unggul dalam akademik, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan solutif melalui penelitian ilmiah yang kontekstual dengan kebutuhan masyarakat.
Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian para peserta didik tersebut. Menurutnya, prestasi ini menunjukkan bahwa madrasah mampu menjadi ruang tumbuh generasi muda yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus berkarya, berinovasi, dan berani menghadirkan solusi nyata melalui penelitian ilmiah. Madrasah akan terus mendukung penguatan budaya riset sebagai bagian dari pendidikan masa depan,” ujarnya.
Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari pendampingan intensif para guru pembimbing, yakni Indra Dwi Suryanto dan Nuning Setiyaningsih, yang secara aktif membina kemampuan penelitian dan penulisan karya ilmiah peserta didik.
Sebagai madrasah akademik berbasis riset, MAN 2 Yogyakarta terus memperkuat tipologi riset dalam berbagai program pembelajaran. Penguatan tersebut diwujudkan melalui pembinaan karya ilmiah remaja, penelitian berbasis lingkungan, inovasi teknologi tepat guna, hingga kolaborasi ilmiah dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian.
Tipologi riset yang dikembangkan MAN 2 Yogyakarta diarahkan untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial, kepedulian lingkungan, serta kemampuan menciptakan solusi atas berbagai persoalan nyata di masyarakat.
Capaian Gold Medal dalam ajang nasional ini sekaligus mempertegas posisi MAN 2 Yogyakarta sebagai madrasah yang konsisten melahirkan generasi unggul, inovatif, dan berdaya saing global. Dari ruang-ruang riset madrasah, lahir gagasan dan karya yang tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat luas. (pusp)



